IKK Juli 2025 Menguat, Tapi Daya Beli Nyata Masih Jadi Tantangan di Lapangan

Jumat, 08 Agu 2025, 22:50 WIB

JAKARTA - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Juli 2025 menunjukkan peningkatan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional dibandingkan bulan sebelumnya. 

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat berada pada level optimis di angka 118,1, naik dari 117,8 pada Juni 2025. 

Ket. Foto: Kantor Perwakilan BI Kepri di Kota Batam. — Sumber: ANTARA/Amandine Nadja

Kenaikan ini mencerminkan persepsi positif konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi membaik di masa mendatang, yang berpotensi mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi.

“Meningkatnya keyakinan konsumen pada Juli 2025 terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK),” kata Direktur Eksekutif​ Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (8/8).

Berdasarkan survei, BI mencatat IEK Juli 2025 tercatat sebesar 129,6, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 128,9.

Peningkatan IEK Juli 2025 didukung oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) tercatat masing-masing sebesar 136,4 dan 125,0, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 133,2 dan 124,1.

Sedangkan, Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) tercatat di level optimis sebesar 127,5, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 124,1.

Selanjutnya untuk Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Juli 2025 tercatat sebesar 106,6, relatif stabil dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 106,7, kata Ramdan. 

BI mencatat, terjaganya IKE bersumber dari komponen Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang tercatat di level optimis masing-masing sebesar 117,8 dan 106,6.

Sedangkan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) meningkat menjadi sebesar 95,3, meskipun masih berada di level pesimis.

Survei BI yang sama juga mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Juli 2025 tercatat sebesar 75,4 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 75,1 persen.

Sementara itu, ia mengatakan untuk proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 13,7 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 14,1 persen.

Adapun proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) pada Juli 2025 relatif stabil sebesar 10,9 persen.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.