Berpotensi Terkoreksi Lanjutan, Jumat 08 Agustus 2025

Jumat, 08 Agu 2025, 09:10 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ber­potensi melanjutkan tren negatif dalam perdagangan akhir pekan ini. Pelaku pasar akan mencermati data Indeks Keya­kinan Konsumen (IKK) dari Bank Indonesia (BI). 

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Pas­kalis Tambolang melihat pasar menantikan data IKK pada Juli 2025 yang diperkira­kan membaik ke level 118,4 dari 117,8 pada Juni 2025. Alrich memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Jumat (8/8), bergerak sideways cenderung melemah di level support 7.450 dan resistance 7.550.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/8) sore, ditutup melemah 13,57 poin atau 0,18 per­sen ke posisi 7.490,18 dipimpin oleh saham-saham sek­tor teknologi. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,98 poin atau 0,76 persen ke posisi 795,57.

“Bursa regional Asia bergerak menguat di saat pasar mencari arah yang jelas, dikarenakan pasar dihadapkan dinamika perdagangan global efek tarif dagang yang diber­lakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan arah kebijakan The Fed,” sebut Tim Riset Pilarmas In­vestindo Sekuritas dalam kajiannya, di Jakarta.

Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump me­ngenakan tarif kepada India dari sebelumnya 25 persen menjadi 50 persen, sebagai sanksi akibat India membeli minyak dari Rusia dan mengumumkan tarif 100 persen un­tuk semikonduktor impor, tidak termasuk perusahaan yang membangun di AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.