Persiapan Minimalis Timnas, Calon Lawan Marathon Siapkan Diri
📅 Kamis, 07 Agu 2025, 07:37 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
JAKARTA - Keputusan PSSI untuk tidak menggelar pemusatan latihan (TC) di luar negeri bagi Timnas Indonesia jelang Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 menuai tanda tanya. Lima kontestan lainnya memanfaatkan jeda empat bulan dengan menggelar laga uji coba dan kamp pelatihan di luar negeri. Skuad Garuda justru memilih tetap berada di tanah air.
Padahal, dua laga berat sudah menanti Indonesia di Grup B. Tim asuhan Patrick Kluivert akan menghadapi Arab Saudi dan Irak dalam laga tandang yang digelar antara 8 hingga 14 Oktober 2025. Keputusan tidak melakoni TC luar negeri diklaim PSSI sebagai langkah strategis.
Ada tiga alasan yang disampaikan. Pertama, pemilihan lawan uji coba, Kuwait dan Lebanon, dianggap representatif dengan gaya bermain dua calon lawan. Kedua, pemilihan Surabaya sebagai lokasi laga uji coba pada bulan September bertujuan membangun atmosfer semitandang, sama-sama udara panas.
PSSI menilai banyak pemain diaspora belum pernah tampil di luar Jakarta. Karena itulah laga di Surabaya menjadi simulasi tekanan sebelum mereka tampil di kandang lawan. Ketiga, faktor kebugaran menjadi pertimbangan utama. Dengan waktu dua bulan tersisa, PSSI ingin menghindari risiko cedera yang bisa mengganggu skuad utama.
Namun, pendekatan ini memunculkan kritik. Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan menyebut strategi PSSI terkesan pasif. “Ketika negara lain berani berinvestasi pada kualitas persiapan, kita justru membatasi diri. Ini bukan cuma soal uji coba, tapi soal adaptasi, atmosfer, dan kesiapan mental,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pengamat lain Tio Nugroho menyayangkan tak adanya TC di luar negeri. “Kalau mau menantang Arab Saudi dan Irak, jangan hanya berpikir soal sparring partner. Lokasi, cuaca, tekanan suporter, semuanya jadi bagian dari proses adaptasi yang tak bisa digantikan dengan bermain di Surabaya,” jelasnya.
Rival-rival Indonesia justru bergerak agresif. Arab Saudi mengikuti Piala Emas CONCACAF di Amerika Serikat dan bakal beruji coba di Ceko. Irak mengikuti King’s Cup di Thailand. Qatar melawan Austria dalam TC di Eropa. Uni Emirat Arab menggelar TC sejak akhir Juli dan sudah melawan dua klub Eropa, Lecce dan Mallorca. Oman akan tampil di CAFA Nations Cup bersama tiga negara Asia Tengah.
Timnas Indonesia tak punya banyak pilihan. Untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, Garuda wajib menjadi juara grup. Jika finis di posisi kedua, jalan masih terbuka lewat putaran kelima dan playoff antarkonfederasi. Namun, dengan persiapan yang minim, tantangan itu kian terjal. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!