Kupersulit Hidupmu, Semua Mati! Chat Zara Senior PPDS Undip untuk Almarhum dr Aulia Risma dan 77 Juniornya Terbongkar di Sidang!
Kamis, 07 Agu 2025, 17:17 WIBJAKARTA - Skandal perundungan di dunia pendidikan medis kembali menyita perhatian publik. Kali ini, pengungkapan mengejutkan terjadi di Pengadilan Negeri Semarang dalam sidang perkara PPDS Anestesi Universitas Diponegoro (Undip).Â
Zara Yupita Azra, salah satu terdakwa, diduga kuat menjadi pelaku intimidasi terhadap juniornya, termasuk almarhum dr Aulia Risma, dengan isi pesan yang bernada mengancam dan penuh tekanan psikologis.
Dalam sidang yang digelar pada Rabu (6/8/2025), jaksa penuntut umum Sandhy Handika membacakan isi chat Zara dalam grup WhatsApp angkatan 77 PPDS Anestesi Undip. Dalam pesan itu, Zara melontarkan kalimat yang menggetarkan hati.
"Kupersulit hidupmu sampai kamu keluar dari anastesi. Sampai bulan depan full biru satu bulan, semua mati, nggak hanya Risma!" kata Zara.
Tak hanya itu, Zara juga menegaskan jika angkatannya (angkatan 76) terkena hukuman karena kelalaian adik tingkatnya, maka dia tak akan tinggal diam.
"Sudah pada pintar sampai berani nggak respons. Kalian senggol aku, kalian respons masih jelek. Kupersulit hidup kalian selama masih di anastesi," demikian kutipan lainnya yang dibacakan jaksa.
Ketika ditanya jaksa apakah isi chat tersebut benar dikirim dirinya, Zara tidak membantah. Ia mengaku memang menulis pesan tersebut, dengan dalih emosi karena seringnya kesalahan yang dilakukan oleh angkatan dr Aulia.
âSaya waktu itu semester II, mereka semester I. Banyak kesalahan berulang, kami sudah ajari baik-baik, tapi tetap salah terus, setiap hari, sampai kami kakak angkatan ikut dihukum,â jelasnya mencoba memberi pembelaan.
Sidang ini menjadi bagian dari kasus yang lebih besar, yang mana Taufik Eko Nugroho dan Sri Maryani, dua terdakwa lainnya, sedang diadili atas dugaan pemerasan dan penipuan terkait pungutan BOP sebesar Rp80 juta per mahasiswa.
Kasus ini menyoroti budaya senioritas toksik dalam lingkungan pendidikan kedokteran yang kerap ditutupi dalih âpendidikan karakterâ.Â
Fakta di persidangan ini membuka luka lama dan menyulut kemarahan publik. Apalagi, nama almarhum dr Aulia yang disebut-sebut, memperkuat kesan tekanan mental dalam sistem ini bisa berdampak fatal.
- pdds undip
- sidang pdds undip
- dr aulia mahasiswi ppds undip
- dr aulia risma
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.