Pemkot Bandung Imbau Warga Waspadai Kemarau Basah
Selasa, 05 Agu 2025, 00:05 WIBBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, terutama dalam menghadapi fenomena cuaca yang tidak biasa, yaitu musim kemarau yang basah (dry wet season).
Fenomena ini ditandai dengan musim kemarau namun masih disertai curah hujan di beberapa wilayah.
Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat memimpin apel pagi pegawai di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (4/8).
âSekarang kita sudah memasuki pertengahan bahkan mendekati puncak musim kemarau, tapi tetap ada hujan. Ini yang disebut sebagai kemarau basah. Kita harus siap menghadapi kondisi ini,â ujar Wali Kota Farhan.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dari tumpukan sampah yang dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir lokal meskipun sedang musim kemarau.
âSaya minta Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Pastikan tidak ada saluran air yang tersumbat sampah. Penanganan di lapangan harus cepat dan terpadu,â pinta dia.
Ia juga mengakui, pengelolaan sampah di Kota Bandung belum sepenuhnya ideal, namun berbagai langkah sudah menunjukkan arah yang positif.
âMemang pengolahan sampah kita belum sempurna, tapi saya melihat kita sudah berada di jalur yang benar. Contohnya, pemanfaatan insinerator dan pembangunan tempat pengelolaan sampah organik di Pasar Anyar dan Gedebage mulai menunjukkan hasil,â ucap dia.
Wali Kota Farhan mengingatkan, tidak ada solusi instan dalam urusan lingkungan. Semua harus dilakukan bertahap dan dengan tata kelola yang baik.
âTidak ada keajaiban. Semua pekerjaan publik butuh waktu dan proses yang bertanggung jawab,â tutur dia. ils/I-1
- Pemkot Bandung
- kemarau basah
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Disbudpar Kota Bandung Gelar Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026
-
Manchester United vs AC Milan: Reuni Amorim Jadi Sorotan di Laga Terakhir Pramusim
-
Kiai Asep Ingatkan Agar Muktamar Jombang Tidak Menjadi Ajang Perebutan Kepentingan Kelompok untuk Kuasai NU
-
Kolombia Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,4 Lumpuhkan Kota, Puluhan Warga Terjebak Reruntuhan
-
Krisis Air Bersih di Grobogan, Warga Andalkan Belik untuk Mandi hingga Minum Ternak
-
Kesabaran Swiatek Uji Ketajaman Rybakina
-
Pemkot Bandung Berupaya Hadirkan Infrastruktur yang Ramah Bagi Pesepeda hingga Disabilitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.