Peneliti Ungkap Penemuan Semen Purba di Situs Gunung Padang

Senin, 04 Agu 2025, 18:34 WIB

CIANJUR - Tim ahli penelitian dan pemugaran lanjutan Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menemukan adonan perekat atau semen purba yang memperkokoh struktur pundan berundak di situs prasejarah itu.

Ketua Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang Ali Akbar di Cianjur, Senin (4/8), mengatakan rahasia dibalik tetap berdiri kokoh situs tersebut, meskipun sudah berusia ribuan tahun, akhirnya terjawab dengan adanya campuran semen purba.

Ket. Foto: Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. — Sumber: wikimedia

"Selain memanfaatkan berat batu, ditemukan adonan perekat atau biasa disebut semen purba yang memperkokoh susunan ribuan batu berbentuk tabung persegi lima menempel erat satu sama lainnya tanpa ada perekat atau semen seperti pada bangunan moderen," katanya.

Kokohnya struktur bangunan Situs Gunung Padang yang diduga lebih tua dari piramida Giza di Mesir dikarenakan beberapa faktor, kata dia, seperti penyusunan yang dilakukan secara simetris dan beban batu yang berat sehingga saling mengikat dan menopang satu sama lain.

Bahkan area situs sempat beberapa kali diguncang gempa atau bencana alam yang cukup besar, namun bangunan situs tetap berdiri kokoh, meski pihaknya menemukan di beberapa lokasi batu yang seharusnya berdiri tegak sudah mulai tergeletak atau patah.

"Kami juga mendapati adanya semen purba yang memperkuat dan mempererat susunan bebatuan, dimana hal tersebut sudah ditemukan pada penelitian awal beberapa tahun yang lalu," katanya.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil uji laboratorium yang dilakukan terhadap semen purba yang diambil dari sela bebatuan yang masing-masing kandungan yang diambil sebagai sampel berbeda jenisnya.

Bahkan pada penelitian awal peneliti menduga lapisan yang ditemukan sebatas tanah biasa. Namun setelah dilakukan uji laboratorium ternyata lapisan tersebut merupakan adonan yang terdiri dari beberapa campuran bahan seperti silika, ferum atau besi, dan campuran mineral lainnya.

“Ketika bahan tersebut digabung membuat sebuah bahan yang dapat merekatkan, sehingga peneliti menyebutnya sebagai semen purba yang membuat bangunan situs kokoh selain beban dari setiap batu, sehingga mengikat satu sama lainnya dan tidak mudah bergeser," katanya.

Penemuan tersebut, tambah dia, membuktikan jika peradaban masa lalu di kawasan Situs Gunung Padang sudah maju secara teknologi, pengetahuan, serta ilmu arsitektur peradaban, sehingga mampu memanfaatkan berbagai material dan mineral untuk membuat perekat.

Sedangkan untuk penelitian dan pemugaran lanjutan, kata dia, tim akan melakukan pemeriksaan pada bagian lain termasuk dari masing-masing teras di area situs guna mengetahui pondasi mana yang menggunakan semen purba. Ant

  • gunung padang
  • cianjur

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.