KAI: Perjalanan Kereta Kembali Normal Usai Insiden KA Argo Bromo Anggrek di Subang
Minggu, 03 Agu 2025, 16:16 WIBJAKARTA â PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan perjalanan kereta telah kembali normal usai insiden anjloknya KA Argo Bromo Anggrek relasi Pasar Turi-Gambir yang terjadi pada hari Jumat (1/8).
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengungkapkan insiden tersebut berdampak pada 80 perjalanan serta 12 ribu tiket.
âSaya mohon maaf atas ketidaknyamanan, ketidaklancaran, dan gangguan keterlambatan yang jumlahnya cukup banyak. Karena kereta yang tetap berjalan dilakukan memutar dari semula lewat Cirebon, Pegaden dan Cikampek maka diputar melalui Tegal atau Cirebon ke Purwokerto. Kroya bandung dan ke Cikampek,â kata Didiek saat konferensipers, Minggu (3/8).
Didiek menambahkan saat ini operasional telah kembali berjalan dengan penyesuaian di beberapa jalur tertentu. Salah satu jalur yang belum sepenuhnya normal adalah Emplasemen Stasiun Pegaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Di titik ini kecepatan kereta masih dibatasi karena penyesuaian masih berlangsung.
Di sisi lain, PT KAI mulai Minggu pagi telah mengoperasikan 72 perjalanan kereta dari arah timur yang mencakup rute-rute seperti Surabaya, Malang, Banyuwangi hingga Jember. Dari total jumlah tersebut, 65 kereta tercatat berangkat tepat waktu sementara 7 kereta mengalami keterlambatan khususnya dari Daop 8.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pasca KA Barang Anjlok, Siang Ini Jalur Kereta Dari dan Ke Stasiun Surabaya Pasarturi Kembali Normal
-
LPSK Berikan Perlindungan ke Korban, Saksi, dan Keluarga Kasus Penyiraman Air Keras
-
Xabi Alonso Merasa Sudah Memberikan yang Terbaik di Real Madrid
-
Tragedi Tambang Ilegal Gunung Kongbawi, Walhi NTB Soroti Dampak Lingkungan
-
Trump Kenakan Tarif 25 Persen ke Negara yang Berbisnis dengan Iran
-
Evakuasi KA Ciremai yang anjlok di Kabupaten Bandung Barat
-
Pelajaran dari Kesalahan Teknik Rekayasa Genetika
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.