Petani Jagung Mande Panen 8 Ton per Hektare, Berkat Bantuan Alat dari Pemkab Cianjur
Minggu, 03 Agu 2025, 18:00 WIBPemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memberikan bantuan alat pertanian pada kelompok tani guna meningkatkan produksi pertanian khususnya petani jagung di Kecamatan Mande yang berhasil memanen delapan ton jagung dari lahan seluas satu hektare.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Minggu, mengatakan bantuan yang diberikan berupa satu unit traktor, satu unit mesin pemanen, dan mesin pengering serta bibit jagung, yang akan digunakan untuk meringankan beban para petani mulai dari mengolah lahan sampai panen.
"Kami berharap bantuan alat pertanian dengan nilai ratusan juta rupiah untuk kelompok tani di Kecamatan Mande itu, dapat memudahkan petani mulai dari menanam hingga panen, sehingga hasil panen petani ke depan lebih meningkat," katanya.
Dia menjelaskan panen kedua jagung hibrida di lahan seluas 2,5 hektare di Kecamatan Mande dapat menghasilkan panen di atas rata-rata dan akan menjadi percontohan bagi petani lainnya di Cianjur, dimana dari satu hektare lahan dapat menghasilkan panen delapan ton.
Seiring tingginya hasil panen jagung di Kecamatan Mande, pihaknya menargetkan Kabupaten Cianjur dengan hasil buminya dapat berperan lebih besar menyumbang kebutuhan pangan nasional, terutama bagi kota/kabupaten yang memiliki lahan terbatas, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
"Kami berharap ke depan petani Cianjur dapat memasok berbagai kebutuhan pangan nasional, termasuk kebutuhan pangan di kabupaten/kota lain, sehingga dengan hasil buminya petani Cianjur dapat mencapai target swasembada pangan lokal dan nasional," katanya.
Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur Nurdiyanti, mengatakan panen jagung hibrida di Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, mencatat hasil yang sangat memuaskan dari satu hektare lahan dapat menghasilkan panen sekitar delapan ton.
Dia menjelaskan hasil panen kelompok tani di wilayah tersebut, termasuk paling tinggi dibandingkan dengan kelompok tani di kecamatan lainnya di Cianjur yang rata-rata dari satu hektare hanya menghasilkan panen sebanyak empat ton.
âIni berkat pemilihan benih yang bagus dan pemeliharaan yang optimal oleh kelompok tani, jagung yang dipanen merupakan jenis hibrida, khusus untuk bahan baku pakan ternak," katanya.
Untuk hasil panen petani ditampung Bulog dengan harga Rp6.400 per kilogram, sesuai harga pembelian pemerintah (HPP), sedangkan proses selanjutnya mitra Bulog yang akan melakukan pemipilan dan pengeringan hingga kadar air di bawah 18 persen, sebelum dibawa ke gudang Bulog.
"Kabupaten Cianjur saat ini telah swasembada untuk subsektor tanaman pangan, terutama padi. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa, kebutuhan beras sudah terpenuhi, bahkan surplus sehingga bisa untuk memasok ke daerah lain,".
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Serang Berhasil Menggaet Tiongkok untuk Mengembangkan Sebuah Pulau Kecil
-
Menpar Widiyanti Apresiasi Layanan Wisata di Bali saat Libur Nyepi dan Lebaran 2026
-
Hasil Survei Terungkap, jika Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia, Pecinta Bola Tanah Air Tetap Minta Kluivert Dipertahankan
-
Dinas Pendidikan Jatim Tegaskan Tidak Ada Pungli SMA/SMK/SBL Negeri
-
Presiden Prabowo Beri Bill Gates Tanda Kehormatan
-
Asuransi Mulai Bayar Klaim Demo, OJK Jamin Publik Tak Ditinggalkan
-
Bank Mandiri Raih Juara 1 ARA 2024, Cetak Rekor Empat Tahun Beruntun dalam Transparansi Laporan Tahunan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.