- Home
-
- Luar Negeri
-
- Media Sosial X Milik Elon ...
Media Sosial X Milik Elon Musk Tuding Inggris Lakukan 'Pelanggaran' Keamanan Online
Sabtu, 02 Agu 2025, 13:34 WIBPARIS - Jejaring sosial X milik Elon Musk pada hari Jumat (31/7) menuduh pemerintah Inggris "melampaui batas" dengan undang-undang baru yang dirancang untuk melindungi anak-anak dari konten daring yang berbahaya seperti pornografi.
"Tujuan terpuji dari Undang-Undang Keamanan Daring terancam dibayangi oleh luasnya jangkauan regulasinya," kata X dalam sebuah postingan di akun Urusan Pemerintahan Globalnya.
"Rencana yang seolah-olah dimaksudkan untuk menjaga keamanan anak-anak berisiko melanggar hak publik atas kebebasan berekspresi secara serius," tambahnya. Dampaknya "menunjukkan apa yang terjadi ketika pengawasan menjadi terlalu luas".
Di luar hukum, X mengkritik kode etik baru yang terpisah untuk platform daring sebagai "paralel dan duplikatif" serta mempertanyakan dampak kebebasan berbicara dari unit polisi baru yang bertugas memantau media sosial.
Meski demikian, minggu lalu X memperkenalkan sistem formal untuk verifikasi usia sebagai respons terhadap hukum Inggris serta aturan baru di Irlandia dan Uni Eropa yang lebih luas.
Pilihannya berkisar dari memperkirakan usia pengguna berdasarkan tanggal akun mereka dibuat atau alamat email mereka, hingga meminta swafoto yang usianya akan ditentukan oleh kecerdasan buatan, atau mengunggah dokumen identitas resmi.
Regulator media Ofcom mengatakan pemeriksaan usia tersebut -- yang diwajibkan sejak 25 Juli -- harus "akurat secara teknis, kuat, dapat diandalkan, dan adil".
Platform yang gagal mematuhinya berisiko dikenakan denda hingga 18 juta poundsterling ($24 juta) atau 10 persen dari pendapatan global mereka -- mana pun yang lebih besar.
Pelanggar serius dapat diblokir dari wilayah Inggris.
Perdebatan mengenai verifikasi usia untuk mengakses konten sensitif di Inggris memicu perdebatan selama berbulan-bulan di Prancis mengenai aturan baru yang mengharuskan situs pornografi memverifikasi usia pengguna -- sebuah langkah yang juga diwajibkan oleh banyak negara bagian AS.
Meskipun dipuji oleh aktivis keselamatan anak, para penentang mengatakan persyaratan tersebut berisiko membahayakan privasi pengguna yang sah -- atau bahkan membuat mereka rentan terhadap penipuan seperti pencurian identitas jika data pribadi yang digunakan untuk memverifikasi usia mereka diretas.
Banyak orang menggunakan jaringan privat virtual (VPN) untuk mengatasi batasan teritorial dalam mengakses konten daring.
Aplikasi gratis paling populer di toko unduhan Apple Inggris sejak minggu lalu adalah VPN. Proton awal minggu ini melaporkan peningkatan unduhan sebesar 1.800 persen, menurut media Inggris.
- Platform X
- Elon Musk
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Tol Prosiwangi dibuka fungsional
-
Elon Musk Luncurkan Grokipedia, Saingi Wikipedia yang Dituding Bias Ideologis
-
Bursa Bersiap, OJK Pertimbangkan Restu Free Float 15 Persen
-
Pasangan Baru Tiwi/Fadia Juara di Thailand Masters 2026
-
Pilot Project ISWMP, Ubah Perilaku Warga Gianyar dalam Pengelolaan Sampah
-
Jadwal Liga Super, Persija Siap Melumat Madura United
-
Elon Musk Ungkap Rencana Kolaborasi Tesla dan SpaceX Bikin Chip
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.