Kemenperin: Gen Z Jadi Pasar Potensial Bagi Industri Batik

Sabtu, 02 Agu 2025, 18:47 WIB

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan industri batik sebagai warisan budaya sekaligus komoditas unggulan nasional. Salah satu strategi yang kini diintensifkan adalah mendorong pelaku industri batik untuk menjangkau segmentasi pasar yang lebih luas, khususnya generasi muda.

Segmen anak muda dinilai semakin potensial seiring meningkatnya kesadaran terhadap nilai budaya, tren fesyen yang mengedepankan identitas lokal, serta meningkatnya dukungan terhadap produk dalam negeri. Untuk itu, diperlukan pendekatan inovatif dalam desain, pemasaran, hingga kolaborasi antara pelaku industri batik dengan komunitas kreatif.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita — Sumber: Kemenperin

“Batik sudah diminati oleh Gen Z karena dipandang sebagai produk yang sesuai dengan karakter generasi muda yang berjiwa kreatif, menyukai orisinalitas, makna, dan peka terhadap isu sosial dan lingkungan. Kecintaan generasi muda terhadap batik ini perlu kita maksimalkan, kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita di Jakarta, Sabtu (2/8).

Reni meyakini, Gen Z yang juga akrab dengan teknologi dan media visual serta senang berbagi juga akan sangat mendukung perkembangan industri batik. Apalagi, generasi ini cocok dijadikan target bagi para perajin batik dengan motif yang modern dan peka terhadap selera atau tren masa kini.

Ini pasar potensial, sebab Gen Z kalau sudah cinta dan peduli dengan brand atau produk batik tertentu, besar kemungkinan mereka akan aktif memviralkan batik tersebut, baik melalui media sosial maupun word of mouth, jelasnya.

Dengan karakter pasar tersebut, lanjut Reni, brand awareness IKM batik pun akan terbentuk semakin positif, pasar akan semakin meluas, penjualan meningkat, hingga diharapkan dapat berkontribusi dalam pelestarian dan perkembangan industri batik secara umum. Oleh sebab itu, Ditjen IKMA bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia (YBI) terus mendampingi pelaku IKM batik untuk semakin adaptif melihat tren pasar dan memahami target konsumen mereka.

Upaya yang telah direalisasikan misalnya, Ditjen IKMA bersama Yayasan Batik Indonesia menggelar kegiatan webinar bertajuk Batik Untuk Gen Z: Tradisi Menjawab Tren pada 24 Juli 2025 secara daring. Webinar ini diisi oleh para narasumber dari berbagai kalangan, di antaranya Fashion Design Program Director LaSalle College Jakarta Shinta Lidwina Djiwatampu, Founder IKM Batik Shibotik Putri Urfanny Nadhiroh, dan Founder IKM Batik Gitaratna, Gita Ratna. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara perayaan Gelar Batik Nusantara (GBN) dan Hari Batik Nasional (HBN) 2025, dengan puncak acaranya pameran Gelar Batik Nusantara yang diselenggarakan di Pasaraya Blok M Jakarta pada 30 Juli - 3 Agustus 2025.

Dalam webinar, Dirjen IKMA juga mengingatkan kepada industri batik nasional untuk memahami karakter Gen Z sehingga produk yang dihasilkan sesuai kebutuhan mereka. Batik harus mampu berbicara dan berkomunikasi dalam bahasa generasi muda, agar mereka dapat menjadikan Batik sebagai identitas dan jati dirinya, tuturnya.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan mengungkapkan, Gen Z merupakan generasi yang cepat mengadopsi atau mengadaptasi budaya seni yang bernilai tinggi, yang juga dibungkus dengan storytelling yang menarik. Mereka terbuka dengan produk budaya Indonesia, jadi sebaiknya pelaku IKM batik paham mengenai preferensi batik Gen Z dan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan agar bisnis batik yang dimiliki menjadi menarik di mata mereka, terangnya.

Ketua YBI Gita Pratama berharap melalui webinar tersebut, pelaku IKM batik memiliki gambaran tentang strategi penetrasi ke pasar Gen Z. Pelaku IKM batik dapat menerapkan berbagai cara seperti menghadirkan lini produk baru dengan warna, motif, bahan, dan model favorit Gen Z, sekaligus upaya penguatan pemasaran online, storytelling, serta menunjukkan makna dan value dari brand yang sejalan dengan prinsip yang dipegang teguh oleh mereka, tuturnya. 

Jalin Kolaborasi

Menurut Gita, selain sebagai pangsa pasar, Gen Z juga dipandang mampu menjadi kolaborator dalam upaya pelestarian dan pengembangan industri batik. Kami melihat Gen Z sebagai mitra potensial dalam membangun ekosistem batik masa depan. Saat ini Gen Z secara tidak langsung telah banyak berkontribusi dalam industri batik melalui berbagai peran, baik sebagai produsen, konsumen, maupun pengamat, ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.