Rupiah Tertekan Kenaikan Suku Bunga Global

Jumat, 01 Agu 2025, 01:05 WIB

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari Kamis (31/7), menyusul keputusan The Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan yang diambil dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) ini memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang.

Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga acuan pada level saat ini mengirim sinyal bahwa kebijakan moneter yang ketat akan dipertahankan lebih lama dari perkiraan investor. Situasi ini meningkatkan daya tarik aset-aset berdenominasi dolar AS, sehingga memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ket. Foto: Nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) — Sumber: antara

Ekonom pasar uang menjelaskan bahwa pelemahan ini adalah reaksi normal pasar terhadap kondisi ekonomi global. Investor cenderung mencari aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dan risiko lebih rendah.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sikap pasar yang mencerna keputusan kebijakan terbaru The Fed dalam FOMC bulan Juli 2025.

"Seperti yang diantisipasi, Fed mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah pada 4,25-4,50 persen," ujarnya di Jakarta, Kamis (31/7).

Seperti dikutip dari Antara, The Fed merevisi prospek ekonomi AS dengan mencatat bahwa data terbaru menunjukkan moderasi dalam aktivitas ekonomi selama paruh pertama tahun ini, bergeser dari karakterisasi pertumbuhan sebelumnya sebagai “solid".

Namun, rilis data ekonomi AS baru-baru ini mendominasi sentimen pasar. Perekonomian AS tumbuh 3,0 persen quartal to quartal (QtQ) pada kuartal kedua 2025, melampaui perkiraan konsensus sebesar 2,4 persen QtQ.

"Kekuatan pasar tenaga kerja juga berlanjut, dengan laporan Automatic Data Processing (ADP) menunjukkan peningkatan lapangan kerja yang lebih besar dari perkiraan, yaitu 104 ribu pada Juli 2025," ucap Josua.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Kamis di Jakarta melemah sebesar 51 poin atau 0,31 persen menjadi 16.456 rupiah per dollar AS dari sebelumnya 16.405 rupiah per dollar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari kamis ini juga melemah ke level 16.459 rupiah per dollar AS dari sebelumnya sebesar 16.387 rupiah per dollar AS.

Sementara itu, analis pasar uang Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi pernyataan The Fed yang hawkish.

“The Fed menilai kebijakan menahan suku bunga acuan akan lebih tepat dalam menghadapi ketidakpastian efek tarif,” ungkap Rully.

Adapun sentimen dari domestik yang menyebabkan pelemahan kurs rupiah ialah tekanan pada pasar saham dan pasar obligasi negara bertenor panjang.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) harus terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan siap mengambil langkah-langkah stabilisasi jika diperlukan. Meskipun demikian, fundamental ekonomi domestik yang kuat diharapkan dapat menjadi penahan utama bagi rupiah dalam jangka pendek.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.