Kementerian Ekraf Kolaborasi Perkuat Talenta Ekonomi Kreatif
Jumat, 01 Agu 2025, 20:05 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkolaborasi bersama Dicoding Indonesia menjajaki kolaborasi untuk memperkuat serta mengembangkan talenta ekonomi kreatif di sektor teknologi.
"Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem talenta ekonomi kreatif berbasis teknologi yang selaras dengan kebutuhan industri masa kini," ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (1/8).
Teuku menyampaikan bahwa Kementerian Ekraf menjalin kolaborasi dengan platform edukasi teknologi Dicoding Indonesia melalui pelatihan kecerdasan (AI) massal untuk talenta digital guna menjawab kebutuhan lapangan kerja digital di sektor kreatif hingga 2026.
Adapun rencana kolaborasi ini fokus pada pengembangan sejumlah subsektor ekonomi kreatif.
Menurut dia, Dicoding Indonesia dikenal sebagai penyedia kursus daring, pelatihan, dan sertifikasi di bidang pemrograman, pengembangan aplikasi, serta teknologi digital lainnya.
Dicoding sudah bekerja sama dalam penyelenggaraan Badan Ekraf Developer Day (BDD) dan Badan Ekraf Digital Talent (BDT) sejak tahun 2016.
Untuk itu, Menteri Ekraf siap melanjutkan program tersebut yang sesuai dengan delapan program unggulan Kementerian Ekraf, yaitu Talenta Ekraf.
Menteri Ekraf menyampaikan bahwa kementerian terbuka terhadap masukan dari para pelaku industri digital dalam menyusun program kerja pada 2026.
âUntuk 2025 semester kedua, kami fokus menjalankan program yang telah berjalan. Namun, untuk 2026, kami terbuka terhadap usulan pelatihan yang benar-benar dibutuhkan agar relevan dengan perkembangan teknologi,â ujar Menteri Ekraf.
Ia menambahkan, Kementerian Ekraf berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor digital sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing ekonomi kreatif nasional.
Kerja sama dengan platform seperti Dicoding diharapkan dapat memperluas akses pelatihan, meningkatkan kompetensi, serta menciptakan lebih banyak peluang kerja di sektor teknologi berbasis kreativitas di mana sesuai dengan 8 program unggulan Asta Ekraf dan Talenta Ekraf.
Sementara itu, CEO Dicoding Narenda Wicaksono mengungkapkan bahwa saat ini Dicoding memiliki lebih dari 1,1 juta anggota, dengan 770.000 di antaranya menerima program beasiswa.
âLulusan kami saat ini berjumlah 190.000, dan 80 persen dari peserta program intensif berhasil bekerja di perusahaan teknologi dalam enam bulan setelah lulus,â ungkapnya. Ant
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
DPR Harus Segera Revisi UU Tipikor Guna Atur Kerugian Negara
-
Alternatif Radikal di Tengah Krisis Minyak, Tiongkok Bangun Pesawat Terbang Bertenaga 'Air'
-
Pintar Bareng GoPay Dukung UMKM Bali Melek Keuangan dan Jaga Keamanan Transaksi Digital
-
Polda Metro Jaya Tangkap 4 Pelaku Begal yang Viral di Medsos
-
Pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif subsektor kuliner
-
Terpapar Zat Misterius, Tiga Orang Tewas, Belasan Petugas Dilarikan ke RS di Meksiko
-
Komoditas ekonomi kreatif nasional dari rotan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.