20 Tahun Terbang, Maskapai Jetstar Asia Resmi Berhenti Beroperasi

Jumat, 01 Agu 2025, 11:40 WIB

SINGAPURA - Jetstar Asia melakukan penerbangan terakhirnya dari Bandara Changi pada Kamis, 31 Juli 2025, mengakhiri lebih dari 20 tahun operasi maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berbasis di Singapura di bawah Qantas Group.

Penerbangan 3K685 menuju Kuala Lumpur pukul 14.55 waktu setempat menandai berakhirnya sebuah era bagi awak kabin dan staf daratnya, merteka berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal.

Ket. Foto: Staf bandara melambaikan tangan saat penerbangan terakhir Jetstar Asia dari Singapura berangkat dari Bandara Changi pada 31 Juli 2025. — Sumber: CNA/Jetstar Asia

Jetstar Asia pada bulan Juni mengumumkan akan menghentikan operasinya pada akhir Juli. Maskapai yang masih berada di bawah grup yang sama dengan Jetstar adalah maskapai berbiaya rendah Jetstar Airways yang melayani Selandia Baru dan Australia, serta dan Jetstar Japan yang akan tetap beroperasi.

Lebih dari 500 anggota staf diberhentikan sebagai bagian dari dampak penutupan tersebut.

Dari sekitar 900 lamaran yang diajukan oleh karyawan terdampak, 54 persennya telah mendapatkan tawaran kerja atau wawancara, ujar CEO John Simeone pada hari Kamis. Ia mengatakan beberapa di antaranya telah menerima tawaran untuk bekerja di ruang tunggu bandara atau di sektor pariwisata.

Jetstar Asia mengalami kerugian yang terus menerus, sehingga restrukturisasi menjadi suatu keharusan. Pemicu utamanya adalah biaya operasional yang tinggi di pangkalan Singapura, termasuk biaya bahan bakar, tarif bandara, biaya penanganan darat, dan biaya keamanan. 

Persaingan yang ketat di pasar maskapai berbiaya rendah di Asia juga mendorong maskapai ini menutup operasionalnya. 

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.