Bankir Pesimistis Target Pertumbuhan Tercapai, Ekonomi 2025 Diramal Tumbuh 4,8 Persen

Kamis, 31 Jul 2025, 23:56 WIB

JAKARTA – Perekonomian nasional diperkirakan kembali kehilangan daya gedor tahun ini akibat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk gejolak geopolitik dan suku bunga tinggi.

Para bankir pesimistis pemerintah mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, seperti dalam asumsi makro APBN 2025.

Ket. Foto: Ilustrasi - Kemajuan pembangunan Kota Jakarta. — Sumber: Antara.

Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berkisar antara 4,8 persen plus minus 0,1 persen year on year (yoy) dengan inflasi tetap rendah pada level 1,9 persen plus minus 0,5 persen yoy.

Adapun nilai tukar rupiah diprediksi stabil dengan kisaran Rp16.300–Rp16.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Pertumbuhannya pastinya di bawah 5 persen karena kita melihat masih banyak kendala, baik itu eksternal maupun juga internal,” kata Kepala Bidang Riset dan Kajian Ekonomi Perbankan Perbanas Aviliani dalam PERBANAS Review of Indonesia’s Mid-Year Economy (PRIME) 2025 di Jakarta, Kamis (31/7).

Perbanas menilai kondisi ini membuka ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter, meski tantangan likuiditas masih membayangi, mengingat proyeksi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang relatif rendah, hanya sekitar 4,38 persen plus minus 1 persen yoy, sedangkan pertumbuhan kredit sebesar 8,7 persen 1 persen yoy.

Pihaknya menekankan lima pilar utama perekonomian yang saling berkaitan, yakni inflasi dan daya beli, transmisi kebijakan moneter, kinerja sektor strategis, pertumbuhan kredit dan DPK, serta stabilitas nilai tukar.

Berdasarkan data kuartal 1 dan 2 tahun 2025, penurunan suku bunga global dan inflasi yang sangat rendah dianggap membuka ruang untuk ekspansi usaha yang secara bersamaan hal tersebut dapat mempengaruhi efisiensi penghimpunan dana masyarakat.

Tren inflasi rendah dan suku bunga yang melandai disebut membuka peluang sekaligus tantangan bagi perbankan, sehingga momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan. Namun, perlu juga diwaspadai perlambatan yang sedang terjadi dan memastikan strategi kredit kita adaptif terhadap perubahan ekonomi.

“Jadi memang kita tidak dengan satu angka (terkait proyeksi inflasi), karena biasanya kalau pemerintah bisa beri alokasi stimulus itu bisa di atas, artinya itu sekitar (hampir mencapai) 5 persen,” ungkap Aviliani.

“Nah inflasi kalau kita lihat, cenderung masih bisa diatasi, apalagi sekarang bahan pokok mulai pemerintah mencoba untuk bisa mengatasinya. Jadi ada kontrol supaya mereka tidak terjadi inflasi yang melonjak. Seharusnya ini salah satu hal yang baik jadi inflasi kita rendah,” ucapnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pascagempa NTT, Kodam Udayana Kini Fokus Pulihkan Listrik hingga Akses Jalan di Wilayah Terdampak

Pulihkan Infrastruktur Masyarakat, Kementerian PU Siap Siaga Selama Tanggap Darurat NTT

Apakah Little Red Dots yang Misterius Jadi Kunci Pertumbuhan Galaksi?

Jangan Asal Bicara! Sandrica Sampaikan Pesan Adab Bertutur Lewat Lagu Berjudul Seribu Kata Positif

Pascagempa NTT, Dirut Bulog Ahmad Rizal Siapkan Jalur Khusus Distribusi Pangan

Cegah Tawuran Makin Marak, Disdik Sumsel Perkuat Pengawasan Pelajar

Menteri PU Bergerak Cepat! Kementerian Siap Hadapi Tanggap Darurat NTT

Hujan Berpotensi Guyur Banyak Kota Besar RI pada Selasa, BMKG Keluarkan Peringatan

Arsenal Buktikan Diri Siap Pertahankan Gelar

Atraksi Drone Meriahkan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Semarak HUT RI, Lomba Kemerdekaan Digelar di Lokasi Pengungsian Korban Gempa

Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Usung Semangat Indonesia Berdaulat dan Makmur

Keren Dapat Sambutan Meriah, Penyapu Jalan Ikut Defile di Depan Gedung Sate

Menhub Dudy Buka Fakta KMP Putri Yasmin Sebelum Insiden Kebakaran

Arsenal Dihadapkan Pilihan Sulit, Martinelli Keluar, Osimhen Masuk

Janice Tjen Tersingkir di Babak 32 Besar Ganda Putri Cincinnati Open

Langkah Janice Tjen Terhenti di Cincinnati Open, Kandas di 32 Besar Ganda Putri

Percepat Hunian Ribuan Pengungsi NTT

Nasib Bek Timnas Indonesia Jay Idzes di Coppa Italia: Jadi Cadangan Saat Sassuolo Menang Telak 3-0

Trump Ancam Bom Oman Jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran, Konflik Timur Tengah Makin Panas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.