Varian COVID ‘Stratus’ Kuasai Indonesia! Gejalanya Tak Biasa, Cek Fakta Lengkapnya di Sini!
Selasa, 29 Jul 2025, 13:05 WIBJakarta â Varian baru COVID-19 yang dikenal dengan nama "Stratus" atau kode XFG kini resmi terdeteksi di Indonesia dan bahkan telah menjadi varian dominan. Hal ini diungkapkan dalam laporan pemantauan rutin Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) terhadap penyakit pernapasan, termasuk influenza dan COVID-19.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pada Juni 2025, varian Stratus menguasai seluruh temuan varian COVID-19 di tanah air. "Pada Bulan Juni, varian dominan di Indonesia adalah XFG (100 persen), sedangkan pada Mei masih tercatat 75 persen," tulis Kemenkes dalam laporan yang dikutip Minggu (27/7).
Varian ini terpantau melalui pengawasan di 39 puskesmas, 25 rumah sakit, dan 14 balai karantina kesehatan. Hingga minggu ke-30 tahun ini, tercatat 291 kasus COVID-19 dari total 12.853 spesimen yang diperiksa, menghasilkan angka positivity rate sebesar 2,26 persen. DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak.
Apa Itu Varian Stratus dan Apa Gejalanya?
Stratus dikategorikan sebagai variant under monitoring (VUM) oleh WHO karena proporsinya yang terus meningkat secara global. Varian ini memiliki mutasi pada protein spike yang memungkinkan virus menghindari kekebalan tubuh dari infeksi sebelumnya atau vaksinasi.
Menurut dr Kaywaan Khan, pendiri Hannah London Clinic, gejala khas dari varian Stratus adalah suara serak atau parau. Meski gejalanya tergolong ringan hingga sedang, varian ini disebut sangat menular. Ia menyarankan agar orang yang terinfeksi tetap isolasi dan tidak beraktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan lebih luas.
Apakah Stratus Lebih Berbahaya?
Meski penyebarannya cepat, WHO menegaskan bahwa tidak ada bukti varian ini menyebabkan gejala yang lebih parah atau peningkatan angka kematian. âData saat ini tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan varian lain,â tulis WHO dalam pernyataan resmi (7/7).
Senada dengan itu, Dr Alex Allen dari UK Health Security Agency menyatakan bahwa mutasi adalah hal normal dalam evolusi virus, dan pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan varian ini di Inggris.
Imbauan untuk Masyarakat
Kemenkes RI mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gejala infeksi saluran pernapasan, seperti batuk, demam tinggi, atau flu berat. Protokol kesehatan dasar dianjurkan kembali, terutama di tempat ramai. Vaksinasi juga terus direkomendasikan untuk kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid.
Meski situasi belum menunjukkan sinyal darurat, kewaspadaan adalah kunci untuk menekan risiko penyebaran varian baru ini.
- Covid-19
- Protokol Kesehatan
- STRATUS
- Covid
- Gejala Covid
Redaktur: Andriani Nuraini
Penulis: Andriani Nuraini
Berita Terkait:
-
Indosat, Master Card, dan Komdigi Luncurkan Modul Pelatihan Digital
-
Sebelumnya Petinggi BIN, Djaka Budi Kini Dilantik Jadi Dirjen Bea Cukai, Ini Kata Airlangga Hartarto
-
Studi: Orang Kurus Lebih Berisiko Alami Gejala Covid-19 Parah
-
Direktur WHO Tegaskan Peringatan 'Pandemi Berikutnya'!
-
Perbaikan Jembatan di Tapsel Pulihkan Aktivitas Warga
-
Telah Menyebar di AS, Varian COVID-19 Baru Sangat Menular Picu Lonjakan Pasien Rawat Inap di Tiongkok
-
Platform Judi Polymarket Tidak Bersedia Membayar atas Taruhan Invasi AS ke Venezuela
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.