Indonesia Kurangi Impor Energi dari Timur Tengah dan Asia, Alihkan ke Amerika Serikat

Selasa, 29 Jul 2025, 12:45 WIB

JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan mengurangi impor minyak dan gas dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan Asia sebagai bagian dari kesepakatan impor energi baru senilai 15 miliar dolar AS dengan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Senin (29/7).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian dagang timbal balik antara Jakarta dan Washington yang mencakup komitmen Indonesia untuk mengimpor produk energi asal AS seperti minyak mentah, bahan bakar olahan, dan gas petroleum cair (LPG).

Ket. Foto: — Sumber: Jakarta Globe

Perubahan strategi dalam sumber pasokan energi ini dinilai sebagai respons terhadap hubungan perdagangan yang semakin erat dengan AS, sekaligus upaya diversifikasi rantai pasok energi Indonesia serta pengamanan terhadap pengurangan tarif bea masuk.

“Kami akan mengurangi impor dari negara-negara lain di kawasan Timur Tengah dan Asia,” kata Bahlil kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini tengah merancang mekanisme harga agar impor energi dari AS tetap kompetitif secara ekonomi.

“Kami sedang merancang kerangka kerja agar harga tetap bersaing,” ujarnya.

Bahlil juga menyebut bahwa Indonesia telah mengimpor LPG dari Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir dan ke depan pemerintah berencana untuk meningkatkan volume pembelian, meskipun belum ada angka pasti yang diungkapkan.

Komitmen pembelian energi ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang yang lebih luas, di mana Amerika Serikat sepakat untuk menurunkan tarif impor terhadap sejumlah produk Indonesia dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen mulai berlaku per 1 Agustus mendatang.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.