- Home
-
- Luar Negeri
-
- Setop Beli Minyak Russia, ...
Setop Beli Minyak Russia, Trump Turunkan Tarif India Menjadi 18%
Rabu, 04 Feb 2026, 01:10 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (2/2) mengatakan akan menurunkan tarif timbal balik (resiprokal) dari 25 persen menjadi 18 persen atas barang-barang asal India. Keputusan menurunkan tarif itu setelah Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi setuju untuk berhenti membeli minyak dari Russia.
Presiden Trump, melalui media sosialnya menyatakan bahwa dalam percakapannya dengan Modi pada Senin pagi, PM India itu mengatakan akan mengimpor lebih banyak produk dari AS, sekaligus menurunkan tarif dan melonggarkan hambatan non-tarif yang memengaruhi impor dari AS.
Dalam unggahan di platform X, Modi kemudian memastikan tarif baru sebesar 18 persen tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Trump atas nama 1,4 miliar rakyat India atas pengumuman yang disebutnya sebagai kabar baik.
Meski banyak rincian dari apa yang disebut Trump sebagai kesepakatan dagang itu belum diketahui, Modi menulis bahwa ketika dua ekonomi besar dan dua negara demokrasi terbesar di dunia bekerja sama, maka hal itu akan membawa manfaat bagi rakyat serta membuka peluang besar untuk kerja sama yang saling menguntungkan.
Menurut Trump, dalam pembicaraan tersebut mereka membahas perdagangan, upaya mengakhiri perang Russia di Ukraina, serta sejumlah isu lainnya.
Trump mengatakan komitmen India untuk berhenti membeli minyak Russia, dan beralih membeli lebih banyak dari AS serta kemungkinan dari Venezuela, akan membantu mengakhiri perang berkepanjangan tersebut.
Produk Pertanian
Presiden Trump seperti dikutip Antara dari Kyodo-OANA juga menyebut India akan membeli energi dan berbagai produk AS senilai lebih dari 500 miliar dollar AS atau sekitar 8,3 kuadriliun rupiah, termasuk teknologi dan produk pertanian.
Trump sebelumnya berulang kali mengkritik Tiongkok dan India karena tetap membeli minyak Russia. Dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September, ia menuding kedua negara tersebut sebagai penyandang dana utama perang Russia di Ukraina yang berlangsung sejak 2022.
Di luar tarif khusus negara sebesar 25 persen, Trump juga memerintahkan pengenaan tambahan tarif 25 persen atas barang-barang dari India pada Agustus tahun lalu sebagai sanksi atas kelanjutan impor minyak Russia oleh negara tersebut.
Ini bukan kali pertama Trump mengumumkan komitmen serupa dari Modi. Pada pertengahan Oktober, Trump mengatakan Modi telah meyakinkannya bahwa India tidak lagi akan membeli minyak Russia.
Pada Senin, Trump menulis bahwa hubungan antara AS dan India akan semakin kuat ke depan. Ia menyebut dirinya dan Modi sebagai pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai hal secara nyata.
- Tarif Dagang AS
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Indonesia Gencarkan Diplomasi Dagang, Teken Kesepakatan Energi dengan Raksasa AS untuk Cegah Tarif
-
Indonesia Kirim Airlangga ke AS Usai Trump Umumkan Tarif 32 Persen
-
Resmi! Gennaro Gattuso Jadi Pelatih Timnas Italia
-
Zverev Dekati Lolos ke ATP Finals, Djokovic Mundur
-
Tekanan Pasar Menguat, BI Laporkan Modal Asing Keluar Rp3,79 Triliun
-
Ekspor Kopi Indonesia Tetap Tumbuh Di Tengah Tarif Impor 19 Persen AS
-
Jeda Perang Dagang AS-Tiongkok Tak Sentuh Isu Strategis, Kesepakatan Komprehensif Masih Jauh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.