FAO Desak RI Swasembada: Jangan Cuma Jadi Konsumen Dunia!

Selasa, 29 Jul 2025, 22:56 WIB

BANDARLAMPUNG – Swasembada pangan memastikan bahwa suatu negara dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, terutama dalam situasi krisis seperti bencana alam atau konflik. Dengan swasembada pangan, negara tidak perlu lagi terlalu bergantung pada negara lain dalam hal pasokan pangan, sehingga mengurangi risiko ekonomi dan politik.

Peningkatan produksi pangan dalam negeri dapat meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan mereka. Ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau dapat mencegah kelangkaan dan kenaikan harga pangan yang dapat memicu gejolak sosial.

Ket. Foto: Petani melakukan panen padi di Baros, Kabupaten Serang, Banten. — Sumber: ANTARA/ Desi Purnama Sari

Swasembada pangan juga mencerminkan kedaulatan suatu negara dalam menentukan sistem pangan mereka sendiri, termasuk pilihan pangan dan cara produksinya.

Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal mengatakan bahwa Indonesia harus mencapai swasembada pangan untuk mendukung ketahanan pangan dunia.

"Saat ini populasi dunia meningkat, sehingga jumlah orang yang perlu diberi makan juga bertambah. Dan produksi pertanian ini, sangat berdampak bagi kelangsungan hidup manusia," ujar Rajendra Aryal, di Bandarlampung, Selasa (29/7).

Ia mengatakan banyak tantangan yang harus dihadapi dalam penyediaan pangan, seperti adanya kendala dalam produksi pangan hingga akibat perubahan iklim.

"Sehingga kita semua perlu memastikan bahwa pengembangan teknologi inovatif untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menghasilkan lebih banyak produksi pangan ini menjadi hal yang sangat penting," katanya lagi.

Dia menjelaskan Indonesia memiliki keunggulan menjadi pusat pangan dunia, karena merupakan negara agrikultur yang memiliki potensi besar produksi tanaman pangan.

"Untuk itu Indonesia harus mencapai swasembada pangan terlebih dahulu, agar di masa depan selain bisa menyediakan pangan bagi dalam negeri, juga dapat mendukung ketahanan pangan dunia. Inilah yang saat ini kami tuju dengan beragam program salah satunya regenerasi petani," ujar dia lagi.

Ia melanjutkan, ketahanan pangan menjadi hal yang sangat penting, sebab berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Sehingga perlu dukungan semua pihak untuk memperkuat sektor pangan di Indonesia.

"Oleh karena itu, kami telah bekerjasama erat dengan pemerintah dan kementerian terkait untuk berkolaborasi memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya pula.

Secara nasional hingga pertengahan 2025, Perum Bulog menyatakan ketersediaan beras nasional mencatat rekor tertinggi yakni mencapai 4,2 juta ton.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.