- Home
-
- Megapolitan
-
- Depok Ingin Maksimalkan Ma...
Depok Ingin Maksimalkan Manfaat AI untuk Solusi Masalah Perkotaan
Selasa, 29 Jul 2025, 00:34 WIBDEPOK - Â Pemerintah Kota Depok menginginkan literasi dan implementasi kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI) bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan perkotaan. Harapan ini dikemukakan Kepala Bidang Penelitian Pengembangan dan Inovasi Bappeda Kota Depok Fathir Fajar Siddiq, Senin (28/7).
"Kita punya potensi anak-anak muda yang luar biasa, harapannya kita ingin ada literasi dan implementasi AI bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan perkotaan," kata Fathir di Depok, Jawa Barat, Senin. Menurutnya, secara konektivitas internet di Depok sudah on the track, tinggal mengoptimalkan saja potensi.
Fathir menyambut baik kunjungan Kementerian Komidigi . "Ini merupakan bentuk kolaborasi aktif antara pemerintah pusat dan daerah di bidang ekosistem digital," tuturnya. Dia mendorong agar Kementerian Komdigi memberikan literasi digital dan implementasi penggunaan teknologi digital dalam hal ini AI.
Sementara itu, Kepala Tim Kerja Kemitraan Digital Kota Inovatif dan Karakteristik Mandiri Kementerian Komdigi Diah Utami menyatakan sebagai wilayah yang dekat dengan Kota Jakarta, Depok tidak memiliki masalah pada akses konektivitas digital. Menurutnya, masyarakatnya sudah mampu menggunakan internet. Namun kendalanya ada pada pemanfaatan internet dan teknologi digital secara produktif pada masyarakat.
"Dari hasil diskusi dengan Bappeda dan Diskominfo tidak ada isu soal konektivitas karena Depok tidak punya daerah rural, maka pemanfaatan teknologi digital terutama akses internetnya sudah bagus," jelasnya. Dengan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang 70 persen berusia produktif, kata dia, seharusnya internet tidak hanya digunakan.
Namun dimanfaatkan untuk penunjang kegiatan sehari-hari, seperti belajar, bekerja, dan hal-hal yang sifatnya membutuhkan akses internet. "Terkait yang sifatnya beyond connectivity ini mungkin perlu dikembangkan lagi, kami akan mencoba memfasilitasi Kota Depok dengan pelaku usaha teknologi digital," papar Diah.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid minta perguruan tinggi untuk menjadi garda terdepan dalam mencetak talenta digital yang tangguh secara etika dan siap menghadapi masa kecerdasan buatan. âKami ingin AI dan teknologi canggih lainnya tidak hanya dikuasai negara besar, tetapi juga menjadi alat kreasi warga. Karena itu, kami ajak kampus-kampus untuk bergerak bersama,," kata Meutya.
Dalam puncak Dies Natalis ke-13 Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957 di Jakarta, Jumat (25/7), Meutya mengatakan perguruan tinggi harus membekali mahasiswa dengan keterampilan digital dasar hingga keahlian di bidang AI. Hal itu dikarenakan pembangunan sumber daya manusia digital kini menjadi prioritas setelah penyelesaian infrastruktur digital yang masif dalam beberapa tahun terakhir.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
PBB Peringatkan AI Tingkat Lanjut Dapat Menjadi Ancaman bagi Umat Manusia
-
Baznas RI Buka Pendaftaran Beasiswa Santri 2026 untuk 2.500 Dhuafa Berprestasi
-
Militer Yaman Berjibaku Rebut Kembali Pesisir Laut Merah dari Houthi
-
Reality Club Hadirkan Energi Album Keempat Lewat Live Session yang Penuh Spontanitas
-
Abu Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, BNPB Kerahkan OMC untuk Datangkan Hujan
-
Jelang Duel Sengit Persija vs Persib, Pramono Minta Jakmania Jaga Jakarta sebagai Rumah Bersama
-
Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Normal, ASDP Terus Perkuat Kapasitas Atasi Antrean
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.