Pemprov Kalsel Siapkan Sapras Cegah Karhutla di Bandara dan Hutan Lindung
Senin, 28 Jul 2025, 17:35 WIBBanjarbaru -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan kesiapan sarana dan prasarana untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan ring satu di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru dan Hutan Lindung Liang Anggang.
Kepala Seksi Pengendalian Karhutla Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel Bambang Marwanto mengatakan peninjauan sarana dan prasarana (sapras) di ring satu dilaksanakan lintas lembaga di Banjarbaru pada Senin.
âSebelum nanti pembasahan lahan untuk mencegah karhutla, kami meninjau titik-titik yang akan dibasahi di wilayah ring satu,â ucapnya.
Bambang menyebutkan lembaga terkait yang meninjau ke lapangan terdiri atas Dishut Kalsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel.
âIni upaya untuk mengintensifkan pencegahan karhutla menjelang puncak kemarau. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjaga kawasan strategis di Bandara Internasional Syamsudin Noor dan Hutan Lindung Liang Anggang,â ucapnya.
Dalam peninjauan lapangan itu, tim gabungan lintas instansi memastikan kesiapan infrastruktur pembasahan serta ketersediaan sumber daya air yang memadai di lokasi-lokasi strategis rawan kebakaran.
Bambang menyebutkan pasokan air saat ini mencukupi untuk penanganan saat keadaan darurat, beberapa titik pasokan air masih melimpah seperti di Guntung Damar dan Embung Jokowi, baik dari aliran sungai maupun dari embung buatan.
Selain itu, kata dia, tim juga melakukan peninjauan ke wilayah Golf Ujung dengan fokus pada pengembangan areal pembasahan hingga mencakup kawasan Hutan Lindung Liang Anggang.
Langkah ini, katanya, cukup krusial untuk menjaga ekosistem hutan lindung, sekaligus melindungi kawasan vital, seperti bandara, dari potensi bahaya asap dan kebakaran.
Bambang menegaskan koordinasi lintas sektor ini merupakan bentuk penguatan sinergi dalam menghadapi tantangan karhutla di Kalsel.
Mengingat posisi Bandara Internasional Syamsudin Noor sebagai pintu gerbang utama transportasi udara di provinsi ini, kata dia, tim gabungan memprioritaskan upaya perlindungan dari gangguan kabut asap.
âDengan perencanaan pembasahan lahan yang matang serta dukungan sumber daya yang memadai, kami optimistis mampu meminimalisir dampak karhutla dan menjaga keselamatan lingkungan serta aktivitas masyarakat,â ujar Bambang.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Rayakan 13 Tahun, Viva Apotek Fokus Transformasi Bisnis
-
Rupiah Hari Ini Tertekan, Eskalasi Ketegangan AS-Iran Picu Risk-Off
-
Sinergi Modal dan Negara: BEI-Danantara Siapkan Jalan IPO BUMN Besar
-
Ambon Prioritaskan Kota Inklusif dan Ramah Difabel
-
Pendanaan Negara Harus Lebih Efektif Dorong Pertumbuhan
-
Warga Bandung Disiapkan Kerja Padat Karya dengan Kuota 4.600
-
Polres Bangka Barat Petakan Wilayah Rawan Karhutla, Upaya Cegah Kebakaran Meluas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.