- Home
-
- Megapolitan
-
- Jalur MRT Timur–Barat Si...
Jalur MRT Timur–Barat Siap Dibangun 2026, Gunakan Skema Layang dan Bawah Tanah
Senin, 28 Jul 2025, 15:30 WIBJAKARTA â Pembangunan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta koridor TimurâBarat dari Medan Satria, Bekasi, hingga Tomang, Jakarta Barat, dipastikan akan menggunakan kombinasi jalur layang dan bawah tanah. Proyek sepanjang 25 kilometer ini ditargetkan rampung pada tahun 2032 dan akan dimulai konstruksinya pada 2026.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menyatakan bahwa rute tersebut merupakan bagian dari fase pertama pengembangan koridor TimurâBarat. Bahkan, rute tidak hanya berhenti di Tomang, tetapi akan dilanjutkan hingga Kembangan. âTahun depan kami melakukan konstruksi dari timur ke barat, Medan Satria sampai Tomang, untuk selanjutnya diteruskan ke arah Kembangan. Ini kurang lebih 25 kilometer,â kata Tuhiyat dalam konferensi pers di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jumat (26/7).
Untuk mendukung pembangunan yang efisien, PT MRT Jakarta saat ini sedang menyusun studi awal secara mendalam yang mencakup pertimbangan teknis, sosial, dan ekonomi. Studi ini ditargetkan rampung dalam waktu maksimal satu tahun dan akan mencakup analisis finansial serta strategi pembiayaan.
Pembangunan MRT TimurâBarat akan berjalan paralel dengan proyek-proyek lain, termasuk perpanjangan jalur MRT FatmawatiâTaman U BSD City dan penyelesaian fase 2 dari Bundaran HI ke Ancol.
âTarget kami fase ini selesai 2032. Namun operasinya bisa dilakukan bertahap,â tambah Tuhiyat.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad H. Mahfud, menekankan bahwa perusahaan berusaha meminimalkan ketergantungan pada pembiayaan pemerintah. Untuk itu, PT MRT Jakarta akan mengandalkan skema pembiayaan alternatif, seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta skema business-to-business (B2B).
âTujuan utama kerja sama ini adalah mempercepat perencanaan dan meminimalkan peran pembiayaan pemerintah,â ujar Farchad. Ia menambahkan, proses perencanaan akan melibatkan studi teknis yang mendalam, penentuan trase, serta kajian kelayakan finansial.
Dalam jangka panjang, MRT koridor TimurâBarat dirancang untuk diperluas hingga Balaraja, Banten. Langkah ini dilakukan guna menjangkau kawasan penyangga Jakarta yang lebih luas. Namun demikian, rencana ini masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat, terutama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan.
âPemprov Banten sangat terbuka, tapi eksekusi di lapangan sangat bergantung pada keputusan pusat. Kami akan upayakan percepatan prosesnya,â kata Farchad.
Pada kesempatan yang sama, PT MRT Jakarta juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) terkait studi awal pengembangan MRT ke arah Serpong. Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya integrasi sistem transportasi massal di wilayah Jabodetabek.
Pembangunan jalur MRT TimurâBarat diharapkan menjadi solusi konektivitas antarkota dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Pemerintah dan swasta diharapkan terus mempercepat sinergi dalam pengembangan infrastruktur ini demi meningkatkan mobilitas perkotaan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.