Ribuan Hektare Tambak Bakal Dihidupkan Kembali, Karawang Siap Genjot Produksi Ikan!

Minggu, 27 Jul 2025, 22:50 WIB

KARAWANG – Revitalisasi tambak diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan tambak secara signifikan, dari yang sebelumnya hanya menghasilkan sedikit menjadi area budidaya yang bernilai tinggi dan berkelanjutan.

Program ini akan menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat di sektor hulu dan hilir perikanan, baik dalam kegiatan budidaya maupun pengolahan hasil perikanan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Tambak ikan di Karawang. — Sumber: ANTARA/Ali Khumaini

Revitalisasi tambak juga mencakup rehabilitasi lingkungan pesisir, termasuk pemulihan hutan mangrove, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyebutkan ribuan hektare areal tambak ikan menjadi sasaran dalam program revitalisasi tambak Pantura yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kabid Budidaya Dinas Perikanan Karawang, Nur Ridwan Solihin di Karawang, Minggu (27/7), menyampaikan melalui program revitalisasi tambak Pantura, Karawang ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas dalam pengembangan tambak ikan nila salin berkelanjutan.

Ia menyampaikan, pihaknya menyambut baik program tersebut sebagai upaya peningkatan produktivitas budidaya ikan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Total tambak yang akan direvitalisasi mencapai 6.979,51 hektare yang berada di lima kecamatan sekitar Karawang. Di antaranya di Kecamatan Batujaya, Cibuaya, Cilamaya Wetan, Pakisjaya, dan Tirtajaya.

Menurut dia, revitalisasi tambak yang diprogramkan itu bukan hanya membangun infrastruktur tambak. Namun juga mendorong tumbuhnya industri hilir dan hulu perikanan seperti pembibitan, pengolahan, dan kemasan.

"Termasuk di dalamnya akan ada program rehabilitasi lingkungan pesisir untuk mengatasi masalah abrasi," katanya.

Dalam skema nasional, katanya, Karawang menjadi satu dari empat kabupaten yang ditetapkan untuk proyek ini bersama Bekasi, Subang, dan Indramayu dengan total luas gabungan mencapai 20.413 hektare tambak.

"Revitalisasi tambak ini akan berdampak besar pada peningkatan ekonomi lokal, penyerapan tenaga kerja, dan perbaikan ekosistem produksi ikan air payau di Karawang," katanya.

Proyek ini akan dilaksanakan mulai akhir tahun 2025 (tahap persiapan), dengan pembangunan berlangsung dari Januari 2026 hingga Desember 2027. Beberapa tambak ditargetkan mulai operasi sejak Agustus 2026.

"Rencana program ini sudah disosialisasikan secara bertahap kepada masyarakat pesisir, dan mendapatkan respon yang baik," katanya.

  • revitalisasi tambak

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.