Kenapa Banyak Pekerja Produktif Rentan Terjebak Utang? Ini Kata Sesmen Kemendukbangga
Sabtu, 26 Jul 2025, 09:48 WIBSEMARANG-Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mendorong transformasi pekerja informal menjadi pekerja formal. Tujuannya agar pekerja produktif tidak terjebak pada beban finansial.
Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Prof. Budi Setiyono mengatakan, masih ada pekerja pada usia produktif yang terjebak utang karena harus membiayai hingga 11 anggota keluarganya yang lain.
Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono mengingatkan pentingnya transformasi pekerjaan di sektor informal menjadi formal agar usia produktif tidak terjebak dalam beban finansial.
"Kalau satu orang harus menanggung 10-11 orang, itu dia misalnya gajian di tanggal 1, tanggal 5 atau 6 bisa utang koperasi, maka korelasinya adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan, dan para pekerja di sektor informal itu harus bertransformasi ke sektor formal," kata Budi dalam kunjungannya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/7).
Dia menyebutkan pentingnya Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) yang saat ini tengah disusun oleh Pemerintah Indonesia untuk mengatasi permasalahan kependudukan tersebut.
DBPK tersebut, kata dia, juga perlu diimbangi dengan penyediaan jaminan sosial yang memadai bagi masyarakat pada usia produktif, agar mereka tetap bekerja di jalan yang legal dan formal.
"Ketika orang berada di dalam masa usia produktif, tetapi dia tidak produktif pada tuntutan kebutuhannya, maka yang terjadi dia akan mencari jalan pemenuhan kebutuhan itu dengan berbagai macam cara," ucapnya.
"Kalau yang bisa dengan cara legal, formal, dan halal, oke, misalnya berjualan, menjadi tukang pijat, dan lain sebagainya. Namun kalau tidak, potensi kriminalitas, pemerasan, pencurian, pembegalan, bisa terjadi dan yang paling celaka korupsi," tambahnya.
Ia menyebutkan korupsi bisa terjadi akibat sistem sosial yang tidak menjamin tingkat kesejahteraan yang berkelanjutan, sehingga orang berusaha untuk memperbesar rekening mereka.
"Mereka akan berusaha menggendutkan rekeningnya agar mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada di keluarga atau kelompoknya," ucap Budi.
Budi mengatakan saat ini 70 persen penduduk Indonesia memasuki usia produktif, tetapi satu orang usia produktif bisa menanggung lebih dari satu orang dalam keluarganya yang tidak produktif.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal sekitar 41 persen, tetapi 59 persen lainnya masih bekerja di sektor informal.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kapolda Metro Minta Perkuat Peran Siswa Jaga Keamanan Lingkungan Sekolah
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
BNPB: Perubahan Perilaku Kunci Hadapi Risiko Bencana
-
Inggris akan Menempatkan Pasukan untuk Mempertahankan Wilayah Udara dan Pelabuhan Ukraina
-
Generasi Muda RI Enggan Nikah dan Miliki Anak, BKKBN Temukan Faktor Utama Penyebabnya
-
DPRD Minta Tak Dibesar-besarkan Perihal Admin Medsos Wali Kota Surabaya Salah Ucap Saat Live
-
KKP Pastikan Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Optimal di Libur Lebaran 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.