Pemkot Surabaya Integrasikan Trans Jatim dengan Angkutan Kota Hingga SRRL
Jumat, 25 Jul 2025, 18:27 WIBSURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya integrasikan Bus Trans Jatim dengan berbagai moda transportasi yang ada di Kota Pahlawan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa konektivitas ini akan dilakukan tanpa mematikan trayek angkutan umum yang sudah beroperasi."Jadi kita akan koordinasikan, tapi yang pasti saya tidak ingin ada yang lewat (moda tranportasi lain) itu tidak berfungsi," ujar Wali Kota Eri Cahyadi pada Jumat (25/7).
Eri menjelaskan, integrasi  yang akan dilakukan tidak hanya berfokus pada bus, tetapi juga memanfaatkan moda transportasi lain seperti Kereta Api (KA) Lokal atau Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang akan segera dibangun. âKita dengan provinsi Jawa Timur, Alhamdulilah akan ada SRRL juga kan? Jadi, tidak semuanya hanya lewat bus saja, tapi bisa melalui kereta," tambahnya.
Menurut Eri Cahyadi, penumpang dari Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya nantinya bisa memanfaatkan SRRL sebagai salah satu pilihan transportasi terintegrasi. Namun, ia menekankan prinsip utama dalam integrasi ini adalah tidak mematikan transportasi yang sudah ada. âTidak mungkin ketika ada yang lewat di sana trayeknya tiba-tiba dimasukin yang baru,â tegasnya.
Ia melanjutkan, jika integrasi sudah berjalan, penumpang Bus Trans Jatim bisa turun di titik tertentu dan kemudian dijemput oleh angkutan lain seperti Wira-Wiri untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir. Skema tersebut, sedang dalam koordinasi intensif antara Pemkot Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Â
Sementara itu, terkait sistem bagi hasil yang akan diterapkan, Wali Kota Eri Cahyadi menyebut bahwa hal itu akan dihitung secara detail. "Nanti kita akan hitung, misalnya  2.000 rupiah itu sampai mana?, oh ternyata batas opernya disini dan lain-lainnya,â jelasnya.
Dalam proses perhitungan nantinya, akan melibatkan komunikasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Wali Kota Eri Cahyadi meyakini bahwa integrasi ini akan sangat menguntungkan masyarakat. âBuat saya integrasi itu bagus, sehingga penumpang itu tidak bingung, yang penting ditampung di mana," katanya.
Meskipun detail teknis seperti skema bagi hasil masih dibahas di tingkat dinas terkait, Wali Kota Eri Cahyadi memastikan bahwa konsep integrasi akan segera disepakati. "Sudah ketemu, kalau yang di Surabaya dengan di Jawa Timur antar Dishubnya," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa integrasi ini bukan tentang "kalah menang", melainkan menciptakan sistem yang menguntungkan masyarakat yang ingin masuk atau keluar Surabaya tanpa menghilangkan transportasi yang sudah ada. Masyarakat bisa menggunakan tiket terusan yang memungkinkan perpindahan antar moda transportasi.
âIntegrasi ini mengutamakan bagaimana orang itu nyaman ketika akan masuk Surabaya, ketika akan keluar Surabaya terintegrasi dengan transportasi yang ada. Transportasi yang ada itu apa? Bisa Trans Jatim, bisa bus, bisa Wira-Wiri, bisa SRRL nantinya," pungkasnya.Â
- Pemkot Surabaya
- Trans Jatim
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Delapan Terduga Penambang Emas Ilegal Diamankan Polres Pasaman Barat
-
Jakarta Light Festival 2026: Semarak Imlek dan Instalasi Cahaya di Bundaran HI
-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Balita, Bumil, hingga Siswa SMA di Kalteng
-
Pengerukan Sungai Guring untuk Antisipasi Banjir oleh Pemkot Banjarmasin
-
32 Orang Tewas dalam Insiden Derek Ambruk Menimpa Kereta di Thailand
-
Pemkot Surabaya Batasi Penjualan Minuman dan Makanan Kekinian Tinggi Garam dan Gula di Kantin Sekolah
-
Sekolah Garuda Sigi Dibangun di Atas Lahan 10 Hektare
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.