Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyumas Mau Massifkan Kesiapsiagaan Bencana dari 40 Sekolah

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 12:31 WIB | Oleh:
Banyumas Mau Massifkan Kesiapsiagaan Bencana dari 40 Sekolah Doc: ant
Ket. Warga mesti siapa bencana

BANYUMAS – Saat ini hampir setiap daerah mesti waspada bencana karena cuaca sedang tidak menentu. Bencana bisa datang kapan saja dan di mana saja. Maka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Jawa Tengah menargetkan sebanyak 40 sekolah menerapkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada tahun 2025.

Langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketangguhan sekolah menghadapi potensi bencana. "Target kami pada tahun 2025 ada 40 sekolah menengah pertama, baik negeri maupun swasta, yang akan kami dampingi dalam menerapkan SPAB secara menyeluruh," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Budi Nugroho usai meresmikan SPAB di Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan atau Puhua School Purwokerto Banyumas, Jumat.

Ia menjelaskan, berdasarkan kajian risiko bencana, di Banyumas terdapat dua bencana yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah tersebut, yakni gempa bumi serta cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, gerakan tanah, angin kencang, dan kekeringan. Selain itu, sebagian wilayah Banyumas juga berpotensi terjadi bencana erupsi gunung api karena berada di lereng Gunung Slamet.

Karena itu, katanya, satuan pendidikan dituntut memiliki sistem manajemen risiko yang baik, sarana prasarana yang aman, dan integrasi pendidikan kebencanaan dalam kurikulum. "Pembentukan SPAB bukan sekadar simulasi, tetapi membangun budaya aman bencana yang berkelanjutan. Kami dorong sekolah tidak hanya siap secara fisik, juga dalam manajemen dan kesiapsiagaan warga sekolah," ujar dia.

Ia mengatakanpula, penerapan SPAB tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor: 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Dalam hal ini, kata dia, program tersebut mencakup tiga pilar utama yang meliputi manajemen risiko bencana di sekolah, sarana-prasarana yang aman, serta pembelajaran kebencanaan yang terintegrasi dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Menurut dia, Puhua School menjadi satuan pendidikan pertama yang ditetapkan sebagai SPAB di Banyumas, dan penetapan tersebut dilakukan setelah proses verifikasi serta pendampingan oleh BPBD.

"Langkah yang dilakukan Puhua ini sangat kami apresiasi karena mereka secara proaktif meminta pendampingan dan bersedia menjadi percontohan. Harapannya, semangat ini bisa ditiru oleh sekolah-sekolah lain," katanya.

Ia mengatakan pula, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas juga telah mengumpulkan seluruh penanggung jawab sekolah menengah untuk menyosialisasikan program tersebut serta memetakan kesiapan masing-masing sekolah.

"Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, yayasan, dan pihak sekolah, kami optimistis target 40 sekolah terapkan SPAB pada tahun 2025 bisa tercapai," kata Budi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Putera Harapan Purwokerto Yudi Sutanto mengatakan, penerapan SPAB tersebut merupakan bentuk ketaatan pihak sekolah terhadap saran Pemerintah Kabupaten Banyumas khususnya BPBD setempat.

Sebagai fasilitas umum, kata dia, pihak sekolah terus berupaya memberikan rasa tenang bagi anak-anak ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena itu, lanjut dia, sekolah harus memiliki fasilitas yang bukan hanya megah, indah, dan nyaman, juga harus aman.

"Itu memang menjadi komitmen kami supaya anak-anak di sini belajarnya lebih tenang dan bisa mencapai prestasi," kata dia yang juga Ketua Persatuan Sekolah Tiga Bahasa Indonesia (Perstibi).

Terkait dengan hal itu, pihaknya juga akan memberikan pembelajaran tentang kebencanaan kepada siswa sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) di sekolah tersebut. Menurut dia, hal itu dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan seluruh siswa terkait dengan adanya potensi bencana di sekitar mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Indonesia Dorong Reformasi ...
Luar Negeri
Trump Perkirakan Perundinga...

Naik Kendaraan Umum Harus Mulai Dibiasakan Kaum Muda

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Naik Kendaraan Umum Harus M...
Luar Negeri
Roket Starship SpaceX Berha...
Olahraga
Mbappe Cedera Lutut, Tingga...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.