Tingkatkan Produksi Sendiri, Ekspor Batu Bara Indonesia bulan Juni ke Tiongkok Susut 30%
Kamis, 24 Jul 2025, 14:23 WIBJAKARTA â Ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok pada Juni 2025, baru-baru ini dilaporkan hanya mencapai 11,62 juta ton , menandai penurunan 30 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meskipun mengalami penurunan, Indonesia tetap menjadi pemasok batu bara terbesar ke Tiongkok, dengan total ekspor sebesar 90,97 juta ton pada paruh pertama tahun 2025. Namun, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dikutip dari Mining, menurut data Otoritas Kepabeanan Tiongkok, penurunan tidak terbatas pada ekspor batubara Indonesia.
Rusia, pemasok utama lainnya, mencatat penurunan 17 persen dalam ekspor batu bara ke Tiongkok pada Juni 2025. Total ekspor batu bara Rusia ke Tiongkok pada semester pertama juga turun 4 persen tahun-ke-tahun menjadi 43,62 juta ton.
Ekspor batu bara dari Mongolia dan Australia ke Tiongkok pada bulan Juni 2025 juga menurun, masing-masing sebesar 15 persen dan 24 persen.
Ekspor batubara Mongolia ke Tiongkok pada paruh pertama tahun ini turun 4 persen menjadi 37,22 juta ton, sementara Australia turun 1 persen menjadi 36,65 juta ton.
Data dari Otoritas Bea Cukai Tiongkok menunjukkan bahwa impor batu bara negara itu telah menurun dalam beberapa bulan terakhir.
Penurunan ini terjadi setelah Tiongkok mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi batubara dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pembangkit listriknya.
Xuegang Li, Wakil Presiden Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batubara Tiongkok, memproyeksikan bahwa impor batubara Tiongkok dapat turun sebesar 50â100 juta ton pada akhir tahun 2025.
âPenurunan impor batu bara Tiongkok pada tahun 2025 akan melebihi ekspektasi,â ujar Li, seperti dikutip Mining.com.
Li juga memproyeksikan bahwa produksi batubara domestik di Tiongkok tahun ini dapat meningkat sebesar 70â80 juta ton.
Pada saat yang sama, Tiongkok juga memperluas kapasitas pembangkit energi terbarukannya untuk mengurangi ketergantungannya pada impor batu bara.Â
Berita Terkait:
-
Penelitian mahasiswa di lubang tambang batu bara
-
Ekspor TPT Semester I 2026 Capai USD4,85 Miliar, Serap 3,8 Juta Pekerja
-
RI Eksportir Minyak Atsiri No.5 Dunia, Nilam Jadi Andalan Tembus Industri Kosmetik & Farmasi
-
Pemprov DKI Dukung Program Sejuta Vaksin HPV untuk ASN dan Keluarga
-
Perum Bulog Catat Serapan Beras dari Masyarakat Capai 3,4 Juta Ton dari Target 4 Juta Ton di 2026
-
4,45 Juta IKM Wajib Hijau Kalau Mau Tembus Rantai Pasok Global & Akses Pembiayaan
-
Peluang ekspor bawang goreng khas Palu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.