Pramono Bawa Sampah Naik Level, Ubah Beban Jadi Sumber Listrik
Kamis, 24 Jul 2025, 07:30 WIBJakarta â Pada acara Urban Climate Action Programme (UCAP) Climate Action Implementation (CAI) Regional Convening 2025 di Hotel Ayana Midplaza Jakarta, Gubernur Pramono Anung mengungkap strategi revolusioner, menjadikan sampah Jakarta sebagai sumber listrik. Rencana ini telah memperoleh âlampu hijauâ dari Presiden Prabowo Subianto, jawaban terhadap masalah sampah ibu kota sekaligus inisiatif energi hijau.
âPenggunaan energi ke depan di Jakarta salah satunya akan menggunakan energi sampah, pembangkit energi sampah,â tegas Pramono dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa Jakarta menghasilkan sekitar 7.700â8.000 ton sampah per hari, dengan cadangan terkumpul di Bantar Gebang mencapai ±55 juta ton, sebuah potensi besar yang bisa menjadi âharta karunâ bagi kota.
4 PLTSa, Wujud Transformasi Sampah Jadi Energi
Pramono menegaskan rencana pembangunan empat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di wilayah DKI Jakarta. Menurutnya, kelebihan teknologi saat ini membuat PLTSa bisa berjalan tanpa sistem tipping?fee, struktur biaya yang selama ini jadi kendala investasi. Listrik yang dihasilkan akan langsung dipasok ke PLN, efisien dan bebas insentif pemerintah.
Proyek ini akan menuntaskan dua masalah sekaligus: mengurangi tumpukan sampah dan menyediakan energi bersih. Pramono bahkan merujuk model sukses dari Singapura, Hanoi, dan China, yang telah menerapkan teknologi serupa secara efektif.
Regulasi dan Instrumen Pendukung Hijau
Langkah ini tak hanya soal hardware. Pramono menegaskan telah menyiapkan Perpres tentang tipping fee hasil kolaborasi bersama Menko Pratikno selama hampir satu dekade untuk menjamin kelancaran pendanaan dan menarik investor ke PLTSa.
Tak hanya energi, ia juga mendorong regulasi green building. Rencana menyasar bangunan baru tahun 2030 agar 100% efisien energi dan air, sementara bangunan lama minimal 50%. Jika berhasil, program ini diprediksi bisa menurunkan emisi Karbon Jakarta hingga 10,6 juta ton CO? per tahun.
Ekosistem Hijau Terpadu - PLTSa, Kebun Kota, dan Investasi ESG
Tidak berhenti di sana, Pemprov juga memanfaatkan lahan dormant ala âHigh Line Parkâ di New York untuk ruang terbuka hijau. Selain itu, Jakarta resmikan keanggotaan di Clean Investment Accelerator dan kembangkan instrumen keuangan hijau seperti green bonds dan ESG portfolio.
Redaktur: Andriani Nuraini
Penulis: Andriani Nuraini
Berita Terkait:
-
Tak Lagi Ngalir ke Singapura! Gas Natuna Berhasil Dibelokkan ke Batam, PLN Sukses Gas-In Pipa Bawah Laut
-
Keluarga Didorong Jadi Motor Penggerak Ekonomi
-
IHSG Diperkirakan Kembali Uji Level Psikologis 6.000
-
Tim Patroli Presisi Sisir Titik Rawan Demi Cegah Tawuran dan Kejahatan di Jakarta Selatan
-
Otak Manusia Ternyata Dibangun dari Dua Sistem Saraf yang Berbeda
-
Hadapi Malaysia Harus Lebih Efektif
-
TNI Gagalkan Penyelundupan 16,4 Kilogram Sabu di Perbatasan RI-Malaysia.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.