MRT Jakarta Fokus Kaji Jalur Baru ke Serpong, Tiga Aspek Jadi Prioritas

Kamis, 24 Jul 2025, 17:50 WIB

JAKARTA – Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengungkapkan pihaknya tengah melakukan kajian awal untuk pengembangan jalur baru dari Lebak Bulus menuju Serpong. Kajian ini akan fokus pada tiga aspek utama: studi trase atau lintasan, kelembagaan, dan skema pembiayaan. Hal ini disampaikannya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara MRT Jakarta dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025).

Tuhiyat menekankan bahwa penentuan trase menjadi fokus utama karena rute yang efektif sangat menentukan efisiensi teknis dan ekonomi jalur MRT.

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

“Trase yang tepat akan mencerminkan potensi pengguna harian serta efisiensi biaya dan pembangunan,” ujar Tuhiyat. 

Kajian ini akan mencakup rute potensial termasuk ke wilayah BSD City dan sekitarnya yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan pengguna MRT baru.

Selain trase, aspek kelembagaan juga mendapat sorotan. Tuhiyat menjelaskan, dalam proyek MRT Jakarta sebelumnya, struktur kelembagaan melibatkan Kementerian Perhubungan sebagai eksekutor, Pemprov DKI sebagai pelaksana utama, dan PT MRT Jakarta sebagai pelaksana teknis. Model ini akan disesuaikan untuk proyek Lebak Bulus–Serpong, termasuk dengan kemungkinan peran pemerintah daerah di wilayah Banten.

Skema pembiayaan menjadi elemen ketiga yang dikaji. MRT Jakarta, kata Tuhiyat, tidak ingin sepenuhnya bergantung pada APBN atau APBD. Oleh karena itu, kerja sama dengan sektor swasta seperti Sinar Mas Land dan pendanaan internasional akan menjadi opsi pendukung.

“Kami ingin model pembiayaan yang berkelanjutan dan tidak membebani fiskal secara langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tuhiyat juga menyampaikan perkembangan proyek MRT lainnya. Jalur North Extension dari Bundaran HI menuju Ancol kini telah mencapai progres 50 persen, dengan target operasional bertahap mulai 2027 dan rampung pada 2029. Jalur ini akan memperluas panjang MRT Jakarta menjadi 28 kilometer dari Lebak Bulus hingga Kota.

Selain itu, jalur timur–barat MRT dari Medan Satria hingga Tomang dan Kembangan sepanjang 25 kilometer akan dibangun mulai tahun depan. Jalur ini akan terdiri dari lintasan layang dan bawah tanah, dengan target penyelesaian tahun 2032.

Untuk mendukung moda transportasi publik secara menyeluruh, MRT Jakarta juga menambah fasilitas park and ride di beberapa stasiun. Di Lebak Bulus, kapasitas parkir motor akan diperluas hingga 2.300 unit. Hal ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi sejak dari rumah.

Tuhiyat menyebut, pengembangan MRT ini merupakan solusi konkret terhadap kemacetan kronis di Jabodetabek. Ia mengutip hasil kajian Bappenas dan Kemenko Perekonomian bahwa kemacetan menyebabkan kerugian lebih dari Rp100 triliun per tahun.

“Dana sebesar itu jika dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, bisa menghasilkan banyak jalur MRT baru,” pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.