Disparbud Garut Benahi Sistem Pengamanan Destinasi Wisata Pantai
Kamis, 24 Jul 2025, 21:51 WIBGARUT â Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus membenahi sistem pengamanan dan kenyamanan destinasi wisata pantai agar bisa menarik lebih banyak wisatawan datang yang akhirnya tingkat kunjungan naik dan berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD).
"Tentu saja faktor keamanan penting, demikian juga dengan kenyamanan, dan hal ini tidak semata-mata tugas pemerintah melalui Disparbud, melainkan tugas kita bersama, pengunjung, dan juga pelaku usaha, serta masyarakat sekitar," kata Kepala Disparbud Garut Luna Avriantini di Garut, Kamis (24/7).
Ia menuturkan, Kabupaten Garut memiliki beragam destinasi wisata mulai dari wisata budaya, wisata buatan, dan wisata alam seperti pegunungan, termasuk pantai yang terbentang kurang lebih sepanjang 80 km.
Pesisir pantai itu, kata dia, terdapat sejumlah destinasi tujuan wisata (DTW) kawasan pantai, seperti Pantai Rancabuaya, Pantai Santolo, Pantai Sayang Heulang, Pantai Cijeruk, dan pantai lainnya.
"Dalam menjaga rasa aman dan nyaman khususnya di DTW kawasan pantai, kami berupaya semaksimal mungkin untuk tetap bisa memberikan pelayanan yang baik, khususnya untuk para wisatawan," katanya.
Ia menyampaikan Disparbud Garut memaksimalkan petugas unit pelaksana teknis di seluruh DTW pantai untuk selalu memberikan pelayanan yang maksimal mulai dari kebersihan, kenyamanan tempat, terutama menjaga keselamatan pengunjung.
Saat ini, lanjut dia, sudah memiliki 14 personel balai wisata tirta (balawista) yang siap memberikan pelayanan menjaga dan membantu masyarakat, khususnya bagi wisatawan yang mengalami kecelakaan laut, meski keberadaannya masih disiagakan di tiga DTW pantai yakni Sayang Heulang, Rancabuaya, dan Santolo.
"Untuk kawasan pantai lain belum ada petugas yang secara resmi diperuntukkan untuk di sana, namun kami imbau balawista untuk tetap bisa memberikan bantuan kepada para pengunjung bila membutuhkan bantuan," katanya.
Disparbud Garut juga, kata dia, saat ini sedang berupaya memenuhi sarana dan prasarana kelengkapan alat penyelamatan yang dibutuhkan balawisata agar tugasnya lebih optimal apabila ada kejadian kecelakaan laut seperti wisatawan terbawa arus ombak.
Meski ada tim penyelamat pantai, kata dia, pada dasarnya DTW pantai di Garut berbahaya untuk kegiatan berenang, sejumlah rambu-rambu peringatan larangan berenang juga sudah dipasang sebagai langkah antisipasi.
"Pada dasarnya pantai selatan Garut itu memang tidak cocok untuk dipakai berenang hanya untuk dinikmati suasana pantainya saja," katanya.
Meski daerah pantai tersebut berbahaya, kata dia, wisatawan masih saja ada yang nekat berenang, dan pihaknya terus berupaya melakukan imbauan dan patroli menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Ia berharap langkah antisipasi dan memastikan keamanan serta kenyamanan di DTW pantai itu agar tidak terjadi kecelakaan laut menimpa wisatawan.
Namun upaya Disparbud Garut itu, kata dia, tentunya membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi untuk membuat sarana dan prasarana yang aman bagi wisatawan beraktivitas di pantai.
"Harapan kami bahwa kawasan pantai ini mendapat perhatian besar dari pemda maupun pusat atau provinsi terkait pembangunan pengembangan destinasi serta pemenuhan sarana prasarana atraksi amenitas yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan dan peningkatan PAD," katanya.
Disparbud Garut menargetkan tingkat kunjungan wisatawan ke Garut di tahun 2025 sebanyak 3,6 juta jiwa atau naik dari tahun sebelumnya sebanyak 3,2 juta jiwa dengan target pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata tahun 2025 sebesar Rp2,8 miliar atau naik dari target PAD tahun sebelumnya Rp2,3 miliar.
- Disparbud Garut
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.