Investor Menanti Sinyal The Fed, Berikut Proyeksi Rupiah

Selasa, 22 Jul 2025, 09:40 WIB

JAKARTA - Rupiah diperkirakan masih melanjutkan pelemahannya, hari ini (22/7). Seiring absennya data pen­ting ekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri, investor menantikan petunjuk baru dari arah kebijakan bank sen­tral Amerika Serikat (AS) atau The Fed. 

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat investor bersiap menantikan pidato Gubernur The Fed, Jerome Powell yang diperkirakan akan mengulangi sikap hawkish-nya. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (22/7), melemah di kisaran 16.250 – 16.400 rupiah per dollar AS.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (21/7), di Jakarta, mele­mah sebesar 26 poin atau 0,16 persen dari akhir pekan lalu menjadi 16.323 rupiah per dollar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan kurs ru­piah dipengaruhi peningkatan ketidakpastian kebijakan tarif AS.

“Meningkatnya ketidakpastian tarif AS terus trending di kalangan para investor, setelah Wall Street Journal (WSJ) melaporkan pada hari Minggu (20/7) bahwa Uni Eropa (UE) sedang mempersiapkan tindakan balasan atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Tindakan balasan dari UE merupakan tanggapan atas tuntutan pejabat AS yang merasa permintaan untuk kese­pakatan perdagangan, sekaligus menerapkan tarif dasar sebesar 15 persen.

Dalam waktu dekat, yakni 1 Agustus, AS disebut akan segera memberlakukan tarif antara 20-50 persen terhadap sejumlah negara. Hal ini membuat investor bersikap hati-hati.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.