Inggris Tantang Italia dengan Target Final Euro Wanita 2025

Senin, 21 Jul 2025, 09:20 WIB

JENEWA, SWISS - Setelah lolos dramatis dari lubang jarum saat menghadapi Swedia di perempat final, timnas wanita Inggris kini membidik tiket final Euro 2025 saat menghadapi Italia dalam laga semifinal yang akan digelar Rabu (23/7) dini hari WIB di Jenewa.

Sebagai juara bertahan, The Lionesses (julukan timnas wanita Inggris) hanya selangkah lagi menuju partai puncak turnamen besar lainnya. Jika mampu mengatasi perlawanan Italia, mereka akan menghadapi pemenang antara Jerman atau juara dunia Spanyol di laga final hari Minggu mendatang.

Ket. Foto: Timnas wanita Inggris. — Sumber: AFP

Keyakinan Inggris tak lepas dari kemenangan luar biasa atas Swedia di Zurich, Kamis lalu. Tertinggal 0-2 hingga menit-menit akhir, skuad asuhan Sarina Wiegman bangkit lewat dua gol dalam tiga menit untuk memaksakan perpanjangan waktu, sebelum akhirnya menang 3-2 melalui adu penalti yang menegangkan.

Ini akan menjadi semifinal keenam secara beruntun bagi Inggris di ajang Piala Eropa dan Piala Dunia Wanita. Melawan Italia yang berperingkat ke-13 dunia, kegagalan melaju ke final akan menjadi kejutan besar bagi publik sepak bola.

Italia memang tampil mengejutkan. Meski tidak diunggulkan, Gli Azzurre berhasil menembus semifinal turnamen besar untuk kali pertama sejak Euro 1997. Inggris, di sisi lain, berada tepat di jalur yang diprediksi, mencoba mengulang kesuksesan mereka sebagai juara di kandang sendiri pada Euro 2022.

"Saya merasa sepanjang laga melawan Swedia, bahkan saat kami tertinggal, ini belum saatnya kami tersingkir," kata bek Esme Morgan kepada media Inggris akhir pekan lalu.

Pelatih Sarina Wiegman mengakui drama emosional yang mereka lewati. "Saya pikir kami sudah tersingkir sebanyak tiga kali," ungkapnya. Wiegman kini berpeluang meraih gelar Euro ketiga secara beruntun, setelah sukses bersama Belanda pada 2017 dan Inggris pada 2022.

Namun, performa Inggris di Euro 2025 tak selalu meyakinkan. Mereka sempat takluk dari Prancis di laga pembuka, lalu tampil buruk di babak pertama melawan Swedia. Kebangkitan mereka dipicu oleh peran penting dua pemain pengganti: Michelle Agyemang dan Chloe Kelly.

Modal kepercayaan diri lainnya datang dari rekor positif kontra Italia. Inggris menang telak 5-1 dalam laga persahabatan di Spanyol pada Februari tahun lalu, dan sebelumnya juga unggul 2-1 di ajang Arnold Clark Cup 2023 di Coventry.

Italia sendiri lolos ke semifinal setelah finis di posisi kedua Grup A di bawah Spanyol, lalu menang dramatis atas Norwegia di perempat final. Veteran Cristiana Girelli mencetak dua gol, termasuk penentu kemenangan di menit akhir.

"Ini sangat menggembirakan karena kami akan menghadapi juara bertahan," ujar bek Italia Martina Lenzini kepada AFP di kamp pelatihan timnya di dekat Lucerne. "Bagi kami, mencapai semifinal sudah merupakan hasil besar, yang mungkin tak disangka banyak orang. Tapi kami memang percaya bisa sampai di sini."

Di tengah persiapan penting jelang semifinal, Inggris diguncang insiden rasisme yang menimpa bek Jess Carter. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) telah melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Sejak awal turnamen, saya menerima banyak ujaran rasial," tulis Carter di media sosialnya. "Setiap orang berhak mengkritik performa, tapi bukan berarti sah untuk menyerang ras atau penampilan seseorang."

Sementara itu, Inggris berharap sang kapten Leah Williamson bisa pulih tepat waktu setelah mengalami cedera pergelangan kaki saat menghadapi Swedia. Esme Morgan menyebut timnya "sangat optimistis Leah akan baik-baik saja."

Kini, Inggris hanya perlu satu kemenangan lagi untuk kembali ke final. Tapi di hadapan mereka berdiri Italia yang tak gentar menghadapi nama besar dan datang ke Jenewa dengan semangat mengejutkan dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.