Jalan-jalan di Kabupaten Lebak, Banten, Masif Diperbaiki

Minggu, 19 Apr 2026, 14:45 WIB

SERANG – Hujan dan longsor telah mengakibatkan banyak jalan di Kabupaten Lebak rusak. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten,  mulai melakukan pemerataan pembangunan melalui percepatan pembenahan infrastruktur jalan yang terkoneksi antarkecamatan dan antardesa.

"Kita berharap dengan percepatan pembangunan jalan itu dapat memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat," kata Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki di Lebak, Minggu.

Ket. Foto: perlu perbaikan jalan — Sumber: ist

Selama ini, pembangunan infrastruktur jalan sangat utama dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang dan jasa, terlebih kebanyakan warga Kabupaten Lebak berprofesi petani.

Mereka petani akan memudahkan untuk memasarkan produk hasil pertanian maupun perkebunan dipasok ke luar daerah juga biaya transportasi lebih terjangkau. Saat ini, pembangunan jalan yang tengah dikerjakan di ruas jalan antarkecamatan Rangkasbitung - Leuwidamar - Sajira sepanjang 3,2 kilometer dengan betonisasi.

Selain itu juga pembangunan jalan yang menghubungkan antardesa sebanyak 42 titik. "Kami minta pelaksanaan pembangunan jalan yang dilakukan oleh pihak ketiga mengutamakan kualitas," katanya. Menurut Hasbi, kebijakan itu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak untuk percepatan penghapusan kemiskinan.

Sebab, pembangunan infrastruktur kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. "Kita meyakini dengan kondisi jalan bagus dipastikan pendistribusian logistik maupun hasil bumi berjalan lancar hingga 24 jam," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Banten, Dade Yan Apriyandi mengatakan saat ini ruas panjang jalan Kabupaten Lebak itu 749,43 kilometer, 74,86 persen sudah dalam kondisi baik untuk dilintasi berbagai jenis angkutan dengan kondisi aspal hotmix maupun beton.

Namun, sisanya 25,14 persen kondisi jalan rusak dan banyak ditemukan lubang hingga aspalnya mengelupas. "Kami tahun ini merealisasikan pembangunan jalan antarkecamatan sepanjang 3,3 kilometer, namun lokasi spot-spot yang mengalami kerusakan kurang lebih dengan biaya APBD 2026 sebesar Rp10,6 miliar," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakareng bertambah menjadi 26 orang

UI Kembangkan AI untuk Deteksi Jalan Rusak, Cek Kerusakan Lebih Cepat dan Akurat

Wali Kota Ajak Warga Tangerang Manfaatkan Keringanan Pajak Bermotor

Gempa Bumi M6,1 Mengguncang Nias Selatan, BMKG: Dampak Aktivitas Subduksi

Bandara Husein Sastranegara Bandung Layani 10 Penerbangan saat “Long Weekend” Lalu

16 Pendaki Dievakuasi Akibat Kena Hipotermia di Gunung Bawakaraeng

Pajak Kendaraan di Banten Dapat Diskon hingga 40 Persen, Berlaku Mulai 18 Agustus 2026

Kemenpar Berupaya Tingkatkan Pasar Wisata Premium Dalam Negeri

Aksi Mahasiswa Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan 9.242 Personel Tanpa Senjata Api

Presiden Prabowo Kirim Surpres ke DPR Soal Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Es Pala Khas Bogor Jadi Kuliner Primadona saat Jamuan Rakyat di Istana Kepresidenan Bogor

Dukung Ekonomi Daerah, Apartemen Maggot di Dago Giri, Bandung Barat Olah Sampah Organik

Demo udara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Jakarta

50 Bus Terbakar di Pangkalan PO Sinarjaya, Damkar Bekasi Kerahkan Sembilan Armada

Ribuan Warga Bogor Ikuti Jamuan Rakyat di Istana Kepresidenan Bogor

Tak Lagi Jadi Penonton, IKM Kini Masuk Rantai Pasok Motor Listrik Nasional

Kerusakan bangunan akibat gempa di Manggarai

Sidang Kasus Tupac Shakur Akhirnya Digelar, Terdakwa Berniat Balas Dendam

Telkomsat Optimalkan Penyediaan Konektivitas Berbasis Satelit di 17 Titik Terdampak Gempa NTT

Arah Pembangunan Perlu Dikoreksi, Hukum Harus Jaga Ekonomi Kerakyatan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.