- Home
-
- Luar Negeri
-
- Zelenskiy Tawarkan Putaran...
Zelenskiy Tawarkan Putaran Negosiasi Baru, Desak Gencatan Senjata Segera
Minggu, 20 Jul 2025, 17:00 WIBJAKARTA â Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyampaikan bahwa Kyiv telah mengajukan tawaran kepada Moskow untuk kembali menggelar perundingan damai pada pekan depan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu (19/7), di tengah upaya mempercepat tercapainya gencatan senjata setelah konflik berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia.
Dalam pidato malamnya kepada rakyat Ukraina, Zelenskiy menegaskan urgensi dari kesepakatan damai. Ia juga meminta Moskow untuk berhenti menghindari pengambilan keputusan penting.
âSegala upaya harus dilakukan untuk mencapai gencatan senjata. Pihak Rusia harus berhenti bersembunyi dari keputusan-keputusan yang diambil,â ujarnya.
Zelenskiy mengungkapkan bahwa Rustem Umerov, pimpinan delegasi Ukraina dalam dua putaran perundingan sebelumnya di Istanbul, telah mengirimkan tawaran resmi kepada pihak Rusia. Namun, ia tidak merinci tempat maupun waktu pelaksanaan negosiasi yang diusulkan. Umerov, yang baru saja ditunjuk sebagai Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Selama lima bulan terakhir, Ukraina dan Rusia telah menggelar dua kali pertemuan di Istanbul. Meski sempat menyepakati pertukaran tahanan, kedua pihak belum berhasil mencapai kesepakatan substansial untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung hampir tiga setengah tahun, sejak Rusia memulai invasi ke Ukraina pada tahun 2022.
Sementara itu, Rusia terus melakukan serangan masif di wilayah Donetsk, bagian timur Ukraina. Meski menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pembicaraan damai, Moskow tetap bersikukuh pada tuntutan yang oleh Kyiv dan sekutunya disebut sebagai "tujuan maksimalis" dalam perang.
Situasi ini semakin kompleks dengan tekanan dari komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump, yang dalam beberapa pekan terakhir mengadopsi sikap lebih keras terhadap Rusia, mengancam akan memberlakukan sanksi tambahan jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam kurun waktu 50 hari ke depan.
Trump sebelumnya telah mengkritik eskalasi serangan udara Rusia terhadap kota-kota Ukraina. Ia menilai bahwa tindakan tersebut menghambat proses negosiasi dan memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah konflik. Oleh karena itu, ia mendorong tercapainya kesepakatan damai sebagai langkah konkret menghentikan penderitaan warga sipil.
Pernyataan terbaru dari Zelenskiy ini menjadi bagian dari strategi diplomatik Ukraina untuk membangun tekanan internasional terhadap Moskow dan memperkuat posisi Kyiv di meja perundingan. Pemerintah Ukraina berharap inisiatif ini akan mengarah pada terobosan politik yang dapat mengakhiri konflik secara permanen.
Di sisi lain, Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas tawaran terbaru yang disampaikan oleh Umerov. Meskipun demikian, para pengamat menilai bahwa perundingan ini berpotensi menjadi titik balik penting, tergantung pada sikap masing-masing pihak dalam merespons agenda perundingan yang diusulkan.
Dengan eskalasi pertempuran di garis depan dan tekanan diplomatik yang meningkat, prospek perundingan damai masih diliputi ketidakpastian. Namun, langkah Kyiv dalam mendorong dialog kembali menunjukkan sinyal bahwa solusi politik masih menjadi opsi yang terus diperjuangkan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Diguncang Skandal Korupsi, Zelensky Pecat Tangan Kanannya Andriy Yermak
-
Pemprov DKI Berlakukan Verifikasi Ulang Tiket Mudik Gratis
-
Russia Klaim Serbu Pokrovsk Secara Rumah ke Rumah, Ukraina Bicara Persimpangan Hidup-Mati
-
Kim Woo Bin dan Shin Min Ah Resmi Menikah Setelah 10 Tahun Berpacaran
-
TP PKK Pusat Serahkan Bantuan untuk 270 KK di Aceh Timur
-
Drone Air Ukraina Serang Dua Kapal Tanker Minyak Russia di Laut Hitam
-
Mudik Gratis DKI 2026 Dibuka: Link Pendaftaran, Syarat, dan Daftar 20 Kota Tujuan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.