Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Pengangguran, Pemerintah Berupaya Memotong Kesenjangan antara Dunia Pendidikan dan Pasar Kerja

📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 21:54 WIB | Oleh:
Atasi Pengangguran, Pemerintah Berupaya Memotong Kesenjangan antara Dunia Pendidikan dan Pasar Kerja Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Peringatan "May Day" di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, beberapa waktu yang lalu.

JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, baru-baru ini mengatakan, pemerintah tengah fokus pada upaya menghubungkan dan mencocokkan sektor pendidikan dengan pasar kerja dalam upaya menurunkan angka pengangguran nasional.

Dikutip dari Antara, hal ini ditegaskan Menteri dalam menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan per Februari 2025, Indonesia memiliki 7,28 juta penduduk pengangguran, dengan 1,01 juta lulusan perguruan tinggi.

"Pemerintah tetap berkomitmen memperkuat program link and match yang menjembatani sektor pendidikan dan dunia usaha, meningkatkan sistem informasi pasar kerja, dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/7).

Berbicara dalam Rapat Paripurna ke-24 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sri Mulyani menegaskan bahwa meskipun pengangguran masih menjadi tantangan besar bagi bangsa, kebijakan fiskal telah terbukti efektif dalam menurunkan angka pengangguran terbuka menjadi 4,91 persen per Agustus tahun lalu.

Angka tersebut 0,41 poin persentase lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hal ini menunjukkan bahwa jika APBN digunakan secara efektif, selektif, dan bijaksana, kita dapat menjaga Indonesia tetap berada di jalur yang tepat dan melindungi masyarakat yang berada dalam kelompok paling rentan," ujar Menteri kepada anggota DPR.

Data BPS menunjukkan bahwa per Februari 2025, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 153,05 juta jiwa, meningkat 3,67 juta jiwa dibandingkan Februari tahun lalu. Namun, karena penyerapan tenaga kerja yang belum optimal, jumlah pengangguran meningkat sebanyak 83.450 jiwa selama periode tersebut.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga menyoroti kesulitan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi Indonesia dalam mendapatkan pekerjaan.

"Tren ini menjadi tantangan bagi kita. Inilah realitas yang kita hadapi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, 7 Juli.

Oleh karena itu, beliau menekankan perlunya kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan lembaga lain, terutama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, untuk menemukan solusi terbaik. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Andrew Garfield Berhenti Menggunakan ChatGPT

52 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Andrew Garfield Berhenti Me...

George Clooney akan Membuka Restoran Italia di Prancis.

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
George Clooney akan Membuka...

Kabut Asap Selimuti Singapura

1 jam lalu | Fajar Alim M

Luar Negeri
Kabut Asap Selimuti Singapura
Megapolitan
Digitalisasi Posyandu Mulai...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.