Revitalisasi JPO Halte Gelanggang Remaja, Dishub DKI Jakarta Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Otista

Jumat, 18 Jul 2025, 14:35 WIB

Jakarta — Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, seiring dimulainya pekerjaan revitalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO) di Halte TransJakarta Gelanggang Remaja. Kegiatan konstruksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 20 Juli hingga 15 Desember 2025.

Langkah rekayasa lalu lintas ini dilakukan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan besar terhadap arus kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa selama pekerjaan berlangsung, fasilitas JPO di lokasi proyek tidak dapat diakses oleh pejalan kaki.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Images

“Fasilitas JPO di Halte TransJakarta Gelanggang Remaja tidak dapat digunakan selama pekerjaan berlangsung,” kata Syafrin dalam keterangannya, Jumat (18/7/2025).

Sebagai alternatif, pengguna JPO akan diarahkan menggunakan fasilitas penyeberangan di permukaan berupa zebra cross yang dilengkapi lampu isyarat atau pelican crossing. Pengalihan ini dimaksudkan agar aktivitas penyeberangan pejalan kaki tetap aman dan tertib selama pekerjaan berlangsung.

Revitalisasi JPO ini terbagi dalam tiga tahapan pekerjaan, dimulai dengan pembangunan ramp sisi barat. Tahap ini berlangsung sejak 20 Juli hingga 15 Desember 2025 dengan pemasangan shoring di area trotoar tanpa menggunakan badan jalan, sehingga lalu lintas dari arah Kampung Melayu ke Cawang dan sebaliknya tetap berjalan seperti biasa sesuai kondisi saat ini.

Tahap selanjutnya adalah pekerjaan ramp sisi timur yang dijadwalkan mulai 10 Agustus hingga 15 Desember 2025. Pada tahap ini, shoring akan dipasang di jalur TransJakarta sisi timur sehingga akan terjadi penggabungan jalur antara bus TransJakarta dan kendaraan umum lainnya (mix traffic) sepanjang area pekerjaan, khususnya pada periode 6 hingga 26 September 2025.

Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Cawang menuju Kampung Melayu tetap beroperasi secara normal tanpa ada perubahan signifikan. Dishub memastikan bahwa pekerjaan ini akan dilakukan secara bertahap dan mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas umum.

Tahap terakhir adalah pengerjaan gelagar JPO yang akan dimulai pada 4 Oktober dan selesai pada 21 November 2025. Dalam fase ini, tidak ada perubahan arus lalu lintas dari Kampung Melayu menuju Cawang maupun sebaliknya, sehingga kendaraan tetap dapat melintas seperti biasa.

Dishub DKI Jakarta meminta masyarakat untuk memahami adanya rekayasa lalu lintas ini sebagai bagian dari proses peningkatan fasilitas umum yang lebih baik. Dengan revitalisasi ini, diharapkan JPO yang baru nantinya akan memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih tinggi bagi para pengguna jalan.

Keseluruhan proses pekerjaan dirancang agar tidak menimbulkan kemacetan besar dan tetap mengedepankan prinsip keselamatan. Pemprov DKI Jakarta melalui Dishub juga akan menempatkan petugas di lapangan guna membantu kelancaran arus kendaraan serta pengaturan penyeberang jalan selama proyek berlangsung.

Pelaksanaan proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur publik yang layak dan ramah pejalan kaki. Diharapkan, JPO baru nantinya akan mendukung sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan di wilayah DKI Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.