Peningkatan Keahlian SDM di Sektor Energi Hijau Krusial
Jumat, 18 Jul 2025, 01:00 WIBJakarta â Transisi menuju ekonomi hijau bukan lagi sekadar wacana, melainkan keharusan yang krusial bagi keberlanjutan masa depan Indonesia. Di tengah dorongan global untuk mengurangi emisi dan beralih ke sumber energi terbarukan, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil di sektor energi hijau menjadi penentu utama keberhasilan.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi (skill) tenaga kerja sebagai kunci menghadapi tantangan global dan transisi menuju ekonomi hijau.
âIndonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Namun, tanpa kesiapan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif, seluruh potensi itu akan sia-sia,â kata Menaker di Jakarta, Kamis (17/7).
Seperti dikutip dari Antara, Yassierli mengatakan, kerja sama antara para pemangku kepentingan terkait merupakan langkah konkret dalam memperkuat kualitas SDM nasional, khususnya di sektor strategis kendaraan listrik yang diproyeksikan tumbuh pesat.
Menurutnya, kolaborasi ini juga menjadi respons atas ketidaksesuaian (mismatch) antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri.
Hingga saat ini, hampir 300 instruktur telah dilatih untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi informasi kreatif dan industri 4.0 di berbagai balai pelatihan di Indonesia.
âDukungan berbagai pihak, kami yakin pelatihan ini tidak hanya menjadi solusi atas pengangguran, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju masa depan ketenagakerjaan berkelanjutan dan inklusif,â ujar Menaker.
Salah satu kerja sama strategis yang dilakukan Kemnaker adalah bersama PT Chery Sales Indonesia, melalui Workshop Kejuruan Otomotif-Electric Vehicle (EV) sekaligus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II Tahun 2025 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat.
Dalam nota kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker dan PT Chery Sales Indonesia ini meliputi ruang lingkup penyusunan kurikulum, penyediaan sarana dan instruktur, serta pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi di bidang otomotif dan elektronika.
Menaker menilai, kerja sama ini tidak hanya berdampak dalam jangka pendek, tetapi juga akan membentuk fondasi kuat bagi penguatan tenaga kerja lokal dan pengembangan ekosistem industri otomotif berbasis energi bersih
Dukungan Global
Lebih lanjut, Yassierli skill terkait dengan pertumbuhan industri 4.0 hingga pekerjaan di sektor energi hijau (green jobs) diperlukan dan relevan untuk industri di masa mendatang.
âPelatihan untuk menciptakan (talenta) dengan keterampilan industri 4.0, green jobs dan agroforestri relevan dengan masa depan,â katanya.
Ia menegaskan pelatihan ini dapat mengatasi ketidakcocokan (mismatch) keterampilan, serta disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang tengah menjadi tantangan besar di dunia ketenagakerjaan.
âUntuk itu, diperlukan transformasi, terutama di balai latihan kerja. Kurikulum baru terkait ketiga hal ini penting,â kata Yassierli.
Sebelumnya, Â Anggota Komisi XII DPR RI Mukhtarudin mengungkapkan pendanaan hijau skala besar dari internasional memperkuat komitmen transisi energi di Indonesia.
âPendanaan ini menjadi bukti bahwa dunia melihat Indonesia sebagai pemain penting dalam transisi energi global. Ini kabar baik bagi daerah seperti Kalimantan, termasuk Kalteng, yang punya potensi besar energi terbarukan,â ujar Mukhtarudin di Jakarta.
Dia menyambut positif masuknya dua paket pendanaan hijau skala besar dari mitra internasional sebagai bentuk konkret dukungan global terhadap agenda transisi energi Indonesia. Total investasi yang berhasil diamankan Indonesia dalam dua pekan terakhir mencapai lebih dari 29 miliar dollar AS, berasal dari World Bank Group dan pemerintah Arab Saudi.Â
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Film Terbaru "Spider Man: Brand New Day" Ceritakan Babak Selanjutnya Kisah Peter dan MJ
-
Percepat Transisi Energi Terbarukan
-
Nggak Perlu Bangun PLTU Baru! Ini Jurus PLN Tekan Emisi Pakai Limbah Kebun Milik Warga
-
Kebutuhan Gas Pembangkit Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi hingga 2034
-
69 Titik Gerakan Pangan Murah di Kepri, Pemprov Pastikan Akses Pangan Terjangkau untuk Warga
-
Kemenhub Penguatan Keamanan Penerbangan Perintis di Papua
-
Kemenhut Pastikan Pemanfaatan Kayu Hanyutan Banjir Sumatra Dilaporkan ke Satgas PRR
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.