Pacquiao Siap Guncang Dunia Lagi di Usia 46 Tahun, Tantang Barrios di Las Vegas

Jumat, 18 Jul 2025, 06:27 WIB

LOS ANGELES, AMERIKA SERIKAT - Tiga dekade setelah pertama kali naik ring sebagai remaja kurus berusia 16 tahun, Manny Pacquiao akan kembali menginjakkan kaki di arena tinju pada hari Sabtu (19/7) malam waktu setempat, menantang waktu dan usia dalam pertarungan besar melawan juara dunia kelas welter WBC, Mario Barrios.

Pertarungan yang digelar di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, ini menjadi babak baru dalam karir legendaris Pacquiao yang telah berlangsung selama 30 tahun. Di usia 46 tahun, ikon tinju Filipina ini berambisi menorehkan pencapaian bersejarah: merebut sabuk juara dunia setelah sebelumnya masuk Hall of Fame tinju dunia.

Ket. Foto: Manny Pacquiao — Sumber: AFP

Keputusan Pacquiao untuk kembali ke ring sempat mengejutkan banyak pihak ketika ia mengumumkannya pada bulan Mei lalu. Ia memanfaatkan aturan WBC yang memperbolehkan mantan juara dunia untuk langsung menantang pemegang sabuk saat kembali dari masa pensiun.

“Saya kembali karena saya merindukan dunia tinju,” ujar Pacquiao dalam tur promosi belum lama ini. “Saya merindukan semuanya, wawancara, konferensi pers, kamp latihan. Tubuh saya sudah beristirahat selama empat tahun, sekarang saya siap bertarung lagi.”

Petinju berjuluk "PacMan" itu dikabarkan akan mengantongi bayaran antara 5 hingga 10 juta dolar AS untuk laga ini. Namun ia menegaskan bahwa uang bukan motivasi utamanya. “Apa yang saya cari adalah adrenalin dan semangat bertarung di malam besar di Las Vegas,” tambahnya.

Namun tidak sedikit pihak yang skeptis. Pacquiao belum mencatatkan kemenangan profesional sejak 2019, dan kini harus menghadapi Barrios, petinju berusia 30 tahun yang tengah berada di puncak performa. Bahkan pelatih lamanya, Freddie Roach, sempat menyatakan keraguan saat sang legenda mengutarakan niat comeback.

“Saya sebenarnya tidak ingin dia kembali. Dia sudah mencapai segalanya, tidak perlu membuktikan apa pun lagi,” ujar Roach pada bulan Mei lalu sebelum duel ini resmi diumumkan.

Di atas kertas, Pacquiao bukan unggulan. Pengamat menempatkan Barrios sebagai favorit dan memprediksi bahwa ini bisa menjadi kekalahan kesembilan dari total 73 pertarungan profesional Pacquiao.

Namun sang legenda menanggapi santai status tersebut. “Saya tidak masalah jadi underdog. Saya sudah sering jadi underdog dan selalu membawa kejutan,” ujarnya penuh keyakinan.

Pendukung Pacquiao menyebut fisiknya yang masih kekar dan kecepatan tangannya yang tetap mengagumkan sebagai pertanda bahwa sang veteran masih punya taji. Meski begitu, sejarah tinju menyimpan banyak kisah petinju tua yang tampak impresif saat latihan, tapi runtuh saat menghadapi lawan muda di atas ring.

Sebagian pengamat pun membandingkan situasi ini dengan saat Pacquiao menghancurkan Oscar De La Hoya pada tahun 2008. Saat itu, De La Hoya difavoritkan, namun ia justru dihantam habis-habisan dalam delapan ronde sepihak, laga terakhir dalam kariernya. “Saat itu saya merasa ingin mati di atas ring,” kenang De La Hoya bertahun-tahun kemudian.

Namun Pacquiao yakin dirinya tidak akan mengalami nasib serupa. Ia menegaskan bahwa keluarganya, yang sempat menjadi kekhawatiran banyak pihak, justru mendukung penuh keputusannya untuk bertarung lagi.

“Keluarga saya melihat langsung bagaimana saya bergerak, bagaimana saya berlatih, kondisi tubuh saya. Mereka mendukung saya karena mereka melihat gaya Pacquiao yang lama,” ujarnya kepada AFP.

Kemenangan akan menempatkan Pacquiao sebagai petinju pertama dalam sejarah yang berhasil meraih gelar dunia setelah lebih dulu diabadikan di Hall of Fame. Namun jalan menuju sejarah itu terhalang oleh Barrios, yang menegaskan tidak akan terpengaruh oleh status legendaris sang lawan. “Sulit membenci Pacquiao, dia pria hebat. Tapi di atas ring, itu soal hidup atau mati,” ujar Barrios.

“Salut untuk keberaniannya. Tapi sekarang adalah giliran saya. Saya akan menunjukkan itu pada Sabtu malam. Saya datang dengan niat buruk dan kekuatan di kedua tangan. Saya tidak akan ragu untuk menarik pelatuk.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.