AS Percepat Pengiriman Rudal Patriot ke Ukraina di Bawah Kesepakatan NATO

Jumat, 18 Jul 2025, 10:10 WIB

BRUSSELS - Amerika Serikat bergerak cepat untuk mengirimkan senjata ke Ukraina berdasarkan rencana Presiden Donald Trump agar Eropa membeli senjata, dan sedang mempertimbangkan untuk menjual sistem pertahanan udara Patriot dari stoknya sendiri, kata utusan Washington untuk NATO pada Kamis (17/7).

Trump pada Senin mengumumkan kesepakatan dengan kepala NATO Mark Rutte bagi negara-negara NATO Eropa untuk membeli persenjataan AS khususnya sistem Patriot yang canggih, dan memberikannya kepada Kyiv.

Ket. Foto: AS mengatakan kepada Swiss bahwa mereka akan "memprioritaskan kembali pengiriman sistem Patriot untuk mendukung Ukraina". — Sumber: ST/Reuters

Langkah tersebut menandai perubahan sikap pemimpin AS tersebut karena kesabarannya telah menipis terhadap Presiden Russia Vladimir Putin karena menggagalkan upaya untuk menghentikan perang di Ukraina .

"Kita semua bergerak cepat untuk memfasilitasi dan menyelesaikan ini, dan, Anda tahu, saya pikir segala sesuatunya sebenarnya bergerak sangat cepat," kata Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, kepada para wartawan.

"Namun saya tidak dapat memastikan tanggal penyelesaian semua ini."

Negara-negara Eropa -- termasuk Jerman, Norwegia, Belanda, Denmark dan Swedia -- telah menyatakan kesediaan untuk membeli persenjataan untuk Kyiv.

Namun, muncul pertanyaan mengenai dari mana sistem itu akan berasal dan seberapa cepat sistem itu dapat sampai di Ukraina sementara negara yang dilanda perang itu terus dibombardir Russia. 

Panglima tertinggi NATO di Eropa, Jenderal AS Alexus Grynkewich, mengatakan secara terpisah bahwa persiapan sedang dilakukan untuk mengirim sistem Patriot pertama ke Ukraina berdasarkan skema tersebut. 

"Kami sudah dalam tahap persiapan untuk tahap pertama kemampuan untuk mulai bergerak sehubungan dengan Patriots," ujar Grynkewich dalam sebuah konferensi di Jerman. 

Whitaker mengatakan ada "perbincangan yang sedang berlangsung" mengenai apakah Amerika Serikat akan menjual Patriot yang sudah tersedia dalam persediaan militernya sendiri.

"Kami tidak akan pernah menempatkan Amerika Serikat pada posisi yang merugikan secara strategis, dan kami akan memastikan bahwa kami memiliki semua yang kami butuhkan," ujarnya. 

"Pada saat yang sama, saya pikir kita semua menyadari betapa mendesaknya kebutuhan Ukraina saat ini, yang sangat dibutuhkan di medan perang dan untuk melindungi kota-kota mereka."

Pilihan lain yang diusulkan termasuk negara-negara Eropa mengirimkan sistem mereka ke Kyiv sekarang, dan dapat membeli penggantinya sebagai prioritas dari Amerika Serikat.

Kesepakatan itu terjadi saat sekutu-sekutu AS dengan gugup memantau tinjauan AS atas penempatan pasukannya di seluruh dunia.

Washington telah memperingatkan bahwa pihaknya mungkin akan mengalihkan kekuatan dan persenjataan dari Eropa untuk lebih fokus ke Tiongkok.

Whitaker mengatakan Amerika Serikat sedang melakukan "percakapan harian" dengan sekutu tentang proses tersebut menjelang kemungkinan pengumuman dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami sepakat tidak akan ada kejutan dan tidak ada celah dalam kerangka strategis Eropa," ujarnya. 

"Saya rasa tidak ada banyak kecemasan. Saya rasa hanya ada keinginan kuat untuk mengetahui rencana kami agar ada perencanaan lain."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.