- Home
-
- Perspektif
-
- Zuckerberg Klaim AI Akan U...
Zuckerberg Klaim AI Akan Ungguli Insinyur Terbaik Dalam 18 Bulan! Bagaimana Nasib Programmer?
Kamis, 17 Jul 2025, 07:50 WIBJakarta â Dalam wawancara terbaru bersama Dwarkesh Patel, CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan keyakinannya bahwa artificial intelligence (AI) bakal mendominasi penulisan kodeâbukan sekadar fitur autocompletionâdalam waktu 12 hingga 18 bulan ke depan. Menurutnya, AI tidak hanya akan melengkapi kode; tetapi juga mampu menjalankan pengujian, menemukan bugs, dan menulis kode berkualitas tinggi yang bisa melampaui level âengineer sangat baikâ.
âJika Anda memberi AI sebuah tujuan, ia dapat menjalankan pengujian, menemukan masalah, dan menulis kode dengan kualitas lebih tinggi,â kata Zuckerberg. Pendapat ini menegaskan evolusi besar dalam bagaimana Llama, model besar Meta, juga digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak.
Selain Meta, industri teknologi global menunjukkan tren sejenis. CEO Google, Sundar Pichai, menyebutkan lebih dari 30?% kode barunya kini dihasilkan oleh AI, meningkat dari sekitar 25?% enam bulan sebelumnya. Sementara itu, Satya Nadella dari Microsoft melaporkan AI sudah menulis 20â30?% kode, bahkan beberapa proyek sepenuhnya dihasilkan tanpa penyentuhan manusia.
Prediksi yang lebih agresif datang dari Dario Amodei, CEO Anthropic. Ia meramalkan bahwa dalam 3â6 bulan AI akan menghasilkan hingga 90?% dari total kode, dan dalam 12 bulan berikutnya seluruh proses pemrograman bisa diserahkan kepada mesin.
Dampak Terhadap Pekerjaan dan Pendidikan Pemrograman
Perkembangan pesat ini menjadi tantangan bagi tenaga manusia di bidang teknologi. Zuckerberg melihat ini sebagai peluang: âorang-orang akan jauh lebih kreatif dan bebas melakukan hal-hal yang gilaâ ketika tugas rutin diambil alih AI . Namun di saat yang sama, hal ini menggerus peran tradisional programmer, sebagaimana diakui oleh CEO Nvidia, Jensen Huang bahwa programming bisa jadi bukan jalur karier utama generasi mendatang.
Dari sudut pendidikan, muncul pertanyaan: apakah kuliah programmer masih relevan? Studi oleh University of California San Diego, dengan instruktur Norman McEntire dan James Gappy, menegaskan bahwa AI harus dipandang sebagai âpartner kerjaâ, bukan pengganti. Mereka menekankan pentingnya pemahaman fundamental pemrograman, karena AI bisa bias, menghasilkan kode menyesatkan, dan hanya efektif untuk tugas rutin.
Gappy menyatakan, âMengajarkan AI kepada mahasiswa bukan hanya penting, tetapi krusial. Mereka yang tertinggal dalam hal ini bisa kesulitan di pasar kerja mendatang.â
- Mark Zuckerberg
- coding
- Programmer
Redaktur: Andriani Nuraini
Penulis: Andriani Nuraini
Berita Terkait:
-
Jamaah Al Mudhlor di Tulungagung Gelar Shalat Idul Fitri Lebih Awal
-
Mobil SIM Keliling Hari Ini Ada di 5 Lokasi, Jakpus di Kantor Pos Lapangan Banteng
-
Lampaui Ekspektasi, Harga Saham Meta Melonjak
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris, Bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III
-
Bongkar Pola Makan Para Miliarder Dunia! Rahasia Diet Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, dan Elon Musk, Tertarik Coba?
-
OpenAI Ditinggal Pendiri ChatGPT! Mark Zuckerberg Culik Otak di Balik ChatGPT, Meta Siap Saingi Otak GPT?
-
Telkom Adakan Pembelajaran Coding dan AI di Sekolah Berbagai Daerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.