BNPB Ingatkan Seluruh Kalaksa BPBD Terjun Langsung ke Lokasi Bencana
Selasa, 05 Mei 2026, 16:14 WIBJAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan setiap kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus memiliki kesiapan untuk terjun langsung ke lokasi terdampak guna mendampingi masyarakat dan pemerintah daerah saat terjadi kedaruratan.
"Artinya walaupun pejabat, namun ketika terjadi bencana harus terjun ke lokasi bencana. Mendampingi masyarakat dan mendampingi pemerintah daerah," ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Hal tersebut disampaikan Suharyanto pada pembukaan kegiatan Senior Disaster Management Training (SDMT) gelombang ketiga yang diikuti oleh 68 Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di Pusdiklat Penanggulangan Bencana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, dia mencontohkan pola penanganan bencana yang dilakukan pejabat BNPB pusat dalam menangani bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut dia, pimpinan BPBD harus menjadi garda terdepan dalam membantu warga di wilayah masing-masing.
"Belajar dari penanganan bencana yang pernah terjadi. Bagi Kalaksa agar dapat berbagi pengalaman dengan rekan-rekannya, kita semua adalah teman seperjuangan dalam penanggulangan bencana," kata Suharyanto menambahkan.
Adapun penyelenggaraan SDMT Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2026 ini merupakan gelombang ketiga sejak pertama kali dihelat pada 2024.
Melalui pelatihan SDMT ini, para kepala pelaksana BPBD diharapkan dapat saling bertukar pengalaman dan pembelajaran terkait manajemen krisis. Pelatihan yang berlangsung pada 4-16 Mei 2026 ini menitikberatkan pada studi kasus dari bencana-bencana yang telah terjadi sebelumnya.
Selama 12 hari ke depan, para peserta akan dibekali materi mulai dari kepemimpinan saat krisis, manajemen informasi dan komunikasi kebencanaan, manajemen logistik, rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga simulasi gladi posko.
Kepala Pelaksana (Kalaksana) BPBD Kabupaten Bengkayang, Dwi Berta Meiliana menilai pelatihan ini penting karena seorang pimpinan harus memahami tata cara penanggulangan bencana yang tepat sasaran agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal. Mereka berharap kegiatan ini membantunya menyusun perencanaan penanganan bencana yang lebih efektif di daerahnya.
"Agar pelayanan ke masyarakat dalam penanggulangan bencana lebih baik lagi dan masyarakat mendapat manfaat yg lebih tinggi, karena seorang pimpinan di BPBD harus tahu tata cara penanggulangan bencana yang tepat sasaran,â kata Dwi.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
BNPB Gelar Rakortek PB 2026, Dorong Penguatan Penanganan Bencana Nasional
-
Bendera Merah Putih Terbentang Sepanjang 500 Meter di Karangbahagia Bekasi
-
Waito Wongateleng Resmi Jabat Wakajati Jateng, Gantikan Erich Folanda
-
Sekjen Kemendagri Minta Pejabat Baru Tinggalkan Pola Kerja Lama
-
Jutaan Orang Ramai-ramai Ingin Pindak ke Amerika, Ada Apa?
-
Italia Mendidih, 3 Orang Tewas Tersengat Panas
-
Miris! 13.833 Anak di Jakarta Utara Tidak Bersekolah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.