Satgas Pangan Surabaya Sidak Pasar Cegah Beras Oplosan
Kamis, 17 Jul 2025, 20:58 WIBSURABAYA â Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Satgas Pangan Polrestabes Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan perusahaan distribusi beras guna memastikan pasokan beras di kota setempat aman dan tidak ditemukan peredaran beras oplosan.
Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, di Kota Surabaya, Kamis (17/7), mengatakan bahwa sidak kali ini menyasar Pasar Pucang Anom, Pasar Tambahrejo, dan sebuah perusahaan distribusi beras di kawasan Surabaya Barat.
"Berdasarkan hasil sidak kali ini, kami tidak menemukan beras oplosan di Kota Pahlawan. Selain itu, ketersediaan beras di Kota Surabaya juga sangat aman," katanya.
Agung menjelaskan beras-beras yang diperiksa, semuanya terbukti merupakan beras premium. Lebih lanjut, sidak ini bertujuan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa isu beras oplosan tidak ditemukan di Surabaya.
"Tidak ada temuan beras oplosan. Kami belum menemukan," ujarnya.
Apabila di kemudian hari ditemukan praktik pengoplosan, kata dia, Pemkot Surabaya tidak akan tinggal diam. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya menggandeng Satgas Pangan Polrestabes Surabaya dalam proses sidak dan penelusuran.
"Kami menggandeng Satgas Pangan Kepolisian. Dari rapat dengan Menteri Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian, nanti akan ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan Kepolisian," ujarnya.
Terkait ketersediaan, Agung mengungkapkan bahwa stok beras di Surabaya sangat mencukupi.
"Alhamdulillah ketersediaan kami adalah angka delapan. Jadi, untuk delapan bulan ke depan itu masih ada, masih aman," ujarnya.
Sidak ini dilakukan sebagai respons terhadap kelangkaan beras medium yang belakangan ini menjadi sorotan. Sebab, saat ini, beras medium memang relatif jarang ditemukan di pasaran karena kemungkinan pembatasan distribusi dan belum banyaknya beras SPHP yang terdistribusi.
"Sidak ini sebenarnya karena beras medium itu langka. Karena kemungkinan ya kalau dari informasi isu itu kan banyak yang dioplos (untuk beras premium)," jelasnya.
Dalam sidak hari ini, beras medium memang ditemukan, namun dalam jumlah sedikit. Mayoritas beras yang dijual adalah beras premium. Pengecekan beras premium juga dilakukan untuk memastikan kualitasnya, terutama terkait persentase pecahan beras. Beras premium seharusnya memiliki pecahan maksimal 10 persen, jika lebih dari itu, kualitasnya masuk kategori medium.
"Tadi saya juga tanya ke pedagang itu kenapa beras medium itu kok langka, karena di penggilingan itu sudah tidak diperkenankan untuk membuat yang medium," katanya.
Rencananya, sidak akan dilanjutkan ke perusahaan distribusi beras lainnya dan berlanjut ke pasar-pasar besar pantauan di Surabaya, yaitu Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, Pasar Tambahrejo, Pasar Soponyono, dan Pasar Genteng. Oleh sebab itu, Agung mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir.
"Imbauan kami bahwa di Surabaya untuk ketersediaan beras cukup, sangat cukup. Dan untuk isu-isu oplosan memang tidak kami temukan," katanya.
- Beras Oplosan
- Satgas Pangan Surabaya
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cek Kualitas Beras, Polda Metro Sidak Pasar Induk Cipinang
-
Pertamina Pastikan Ketersediaan dan Kelancaran Distribusi Energi Pada Idulfitri 2025
-
Pabrik Beras Oplosan di Serang Dibongkar Polisi
-
Singapura-Jatim, Menteri Senior Lee Hsien Loong Gandeng Jatim Terkait Investasi
-
“Purbaya Effect” Mulai Terasa! Kredit BUMN Melejit, Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen
-
Kasus Beras Oplosan, Satgas Pangan Polri Tetapkan 3 Tersangka
-
Pemerhati CORE: Pengoplos Beras Ganggu Program Pemerintah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.