Lumajang Perkuat UMKM Desa dengan Inovasi Kerajinan Batang Pisang

Kamis, 17 Jul 2025, 21:53 WIB

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan pendekatan berbasis potensi lokal di Desa Duren dengan inovasi kerajinan batang pisang.

"Kami mendorong kelompok-kelompok perajin di desa agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," kata Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam keterangan tertulis yang diterima di kabupaten setempat, Kamis (17/7).

Ket. Foto: Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wabup Yudha Adji Kusuma meninjau kerajinan batang pisang di Desa Duren, Kecamatan Klakah, Rabu (16/7/2025) — Sumber: ANTARA

Bupati Indah bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menyerahkan secara simbolis alat pilin yang digunakan untuk mengolah limbah batang pisang menjadi tali serat alami bernilai ekonomi tinggi kepada kelompok UMKM di Desa Duren.

"Kami melihat UMKM kerajinan berbasis batang pisang punya potensi besar. Produk mereka bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga unik dan bernilai jual tinggi. Pemerintah hadir untuk memperkuat produktivitas dan kapasitas usahanya," kata bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu.

Ia menjelaskan bantuan alat pilin itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menciptakan standar kualitas yang lebih baik, dan membuka peluang pemasaran ke skala nasional bahkan ekspor.

"Produk dari Desa Duren sendiri telah menarik perhatian berkat kekuatan narasi lokal dan keunikan bahan bakunya," katanya.

Sementara Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma mengatakan bahwa penguatan UMKM harus disertai inovasi dan keberlanjutan.

"Kami ingin mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. UMKM harus diberi akses terhadap teknologi, pelatihan, dan pasar," katanya.

Program itu menjadi bagian dari kebijakan Pemkab Lumajang yang memprioritaskan pembangunan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan pelaku UMKM, khususnya yang berbasis desa dan memanfaatkan sumber daya lokal.

"Pemerintah daerah juga menjalin kolaborasi lintas sektor untuk mendukung rantai nilai UMKM, mulai dari penyediaan alat, pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pembukaan akses ke permodalan," katanya.

Dengan potensi serat batang pisang yang melimpah, lanjut dia, kelompok UMKM Desa Duren dinilai dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Produk tali serat itu dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerajinan seperti tas, tikar, atau dekorasi rumah yang bernilai tambah tinggi.

"Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap tahapan pertumbuhan UMKM, agar para pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah," ujarnya.

  • Pemkab Lumajang
  • UMKM Desa

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.