Papua Barat Bidik Cuan dari Limbah Medis, Targetkan Rp1,5 Miliar!
Kamis, 22 Mei 2025, 23:55 WIBMANOKWARI â Pengolahan limbah medis dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan, mencegah dampak kesehatan, dan mendukung kepatuhan terhadap regulasi.
Pengelolaan limbah B3 yang baik juga dapat meningkatkan citra perusahaan dan mengurangi risiko tanggung jawab hukum, serta mendukung keberlanjutan dan mengurangi biaya jangka panjang. Selain itu, limbah B3 juga dapat dimanfaatkan melalui daur ulang dan pemanfaatan kembali, menciptakan peluang ekonomi baru.
Pemerintah Provinsi Papua Barat menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pengolahan limbah medis atau limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) menggunakan insinerator pada 2025 mencapai Rp1,5 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Papua Barat Reymond Richard Hendrik Yap di Manokwari, Kamis (22/5), mengatakan ada sejumlah rumah sakit yang telah menandatangani kerja sama pengolahan limbah medisnya.
Rumah sakit itu antara lain, RSUP Papua Barat, RSUD Manokwari, RS TNI Angkatan Darat Dimara Manokwari, RS Bhayangkara Polda Papua Barat, dan RSUD Teluk Bintuni.
"Rumah sakit bisa kirim limbah B3 untuk diolah di fasilitas yang sudah tersedia," kata Reymond.
Dia menyebut bahwa fasilitas insinerator pengolahan limbah medis dengan kapasitas 150 kilogram per jam dikelola oleh BUMD PT Papua Domberai Mandiri bersama PT Wastek Internasional.
DLHP Papua Barat menggencarkan promosi pabrik pengolahan limbah medis ke lima provinsi yaitu, Papua, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
"Kalau semakin banyak rumah sakit yang teken kerja sama dengan kami, maka target PAD bisa tercapai," ujarnya.
Pihaknya, kata Reymond, sudah melaksanakan uji coba pembakaran pada insinerator tersebut guna mengukur tingkat pembuangan emisi gas dan hasilnya masih berada di bawah ambang baku mutu.
Penerapan sistem pengolahan limbah medis terintegrasi berdampak positif terhadap kualitas lingkungan, air, dan udara agar tetap terjamin demi kesehatan masyarakat setempat.
"Kami juga sementara susun dokumen pengolahan sampah plastik yang menggunakan sejumlah peralatan," kata Reymond.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Persik Waspadai Lini Pertahanan Bhayangkara Presisi Lampung FC
-
Susunan Starting 11 Timnas, Emil Debut, Mees di Bangku Cadangan
-
Pukulan Berat bagi Pacers, Tyrese Haliburton Cedera di Kuarter Pertama Gim 7 Final NBA
-
Max Verstappen Jadi Kampiun di GP Amerika Serikat 2025
-
Sampah dari Daratan Jakarta Penuhi Perairan Pulau Tidung
-
Studi: Remaja AS Telah Jajal Hubungan Pertemanan Berbasis 'AI'
-
BEI Bocorkan Dua Emiten Besar Siap Masuk Bursa di Awal 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.