Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Masyarakat Desa

Kamis, 17 Jul 2025, 01:00 WIB

Koba, Babel- Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menyatakan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan instrumen penting dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“KDMP adalah alat perjuangan ekonomi warga untuk meningkatkan kesejahteraan dan membawa mereka menuju kemakmuran. Untuk itu, perlu dukungan dan partisipasi penuh dari masyarakat,” kata Budi Arie saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (16/7).

Ket. Foto: Menteri Koperasi Republik Indonesia Budi Arie Setiadi memukul gong membuka invent Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) Fest 2025 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Selasa (15/7). — Sumber: Foto Dinas Kominfo

Seperti dikutip dari Antara, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring kesiapan peluncuran mock-up KDMP Desa Namang yang akan menjadi bagian dari 103 koperasi percontohan se-Indonesia. Seluruh mock-up ini dijadwalkan akan diresmikan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025.

Dalam kesempatan itu, Budi Arie juga meresmikan sejumlah unit usaha koperasi, antara lain pangkalan elpiji, gudang pupuk, toko sembako, apotek, dan layanan keuangan digital BRI Link.

Ia menyebutkan, hingga kini sebanyak 56 KDMP di Kabupaten Bangka Tengah telah dinyatakan siap beroperasi dan diharapkan dapat memberi dampak signifikan terhadap kemajuan perekonomian masyarakat setempat.

“Peran serta masyarakat sangat penting dalam memajukan KDMP. Di Desa Namang, misalnya, dari sekitar 3.000 penduduk, setidaknya 1.500 orang sebaiknya menjadi anggota koperasi,” ujarnya.

Menurut dia, koperasi di tingkat desa harus menjadi motor penggerak produktivitas masyarakat, dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal tanpa mengabaikan kearifan lokal.

“Setiap desa di Indonesia memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Di sinilah peran koperasi dalam menggali dan mengelola kekayaan alam desa sesuai dengan potensinya,” kata dia.

Ekonomi Biru

Secara terpisah, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendukung pengembangan ekonomi biru melalui pemanfaatan Kopdes Merah Putih, BUMDes, hingga dana desa untuk mendorong kesejahteraan masyarakat desa di pesisir.

“Kita harus maksimalkan kesempatan ini dengan jejaring yang kita punya. Pemerintah desa kan punya pendamping desa, staf desa, kepala desa, BPD, dan dana desa,” kata Mendes PDT Yandri Susanto kepada wartawan usai menghadiri Pameran Ide dan Model Bisnis Inovasi Pengembangan Ekonomi Biru di Desa dan Daerah Tertinggal bersama Blue Innovative Startup Acceleration (BISA) di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, bahwa Kemendes mendorong sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kopdes Merah Putih untuk memperkuat akses permodalan, teknologi, dan pemasaran hasil pengembangan ekonomi biru di desa.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.