Jelang Kopdes Meluncur, SDM Dikebut! Kualitas atau Asal Siap?
Kamis, 17 Jul 2025, 16:52 WIBJAKARTA â SDM yang kompeten akan mampu menjalankan operasional koperasi dengan lebih efektif dan efisien. Mereka dapat mengelola keuangan, pemasaran, pelayanan anggota, dan kegiatan usaha lainnya dengan baik.
Kesiapan SDM akan berdampak positif pada kinerja koperasi secara keseluruhan. Koperasi akan lebih mampu bersaing, menghasilkan sisa hasil usaha (SHU) yang lebih tinggi, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya.
SDM yang terlatih akan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada anggota koperasi. Hal ini akan meningkatkan kepuasan anggota dan loyalitas mereka terhadap koperasi. Kesiapan SDM juga akan mendorong koperasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan usahanya. Mereka akan lebih mampu mencari peluang baru dan menghadapi tantangan dalam persaingan bisnis.
Dengan SDM yang berkualitas, koperasi akan lebih mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Mereka akan mampu menjaga kelangsungan usaha dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk pengelolaan koperasi menjelang diluncurkannya 103 percontohan (mock-up) Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih pada 21 Juli 2025.
Yassierli ditemui di Jakarta, Kamis (17/7), mengatakan Kemnaker sudah memberikan sejumlah pelatihan kepada para calon pengelola Kopdes Merah Putih, terutama mereka yang koperasinya telah ditunjuk sebagai salah satu percontohan.
âKesiapan SDM, sudah kami mulai pelatihan. Ada yang kita latih online dan offline di Surakarta. Ini sedang berjalan sekarang. Ini kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Ketenagakerjaan,â kata Menaker.
Ia menyampaikan bahwa pelatihan secara daring dan luring masing-masing dijalankan selama dua dan empat hari.
Para lulusan dari pelatihan ini, nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi terkait pengelolaan koperasi.
Menaker Yassierli menilai sumber daya manusia yang kompeten dalam menjalankan tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini menjadi ujung tombak agar salah satu program prioritas ini dapat berjalan sukses.
âInilah yang kemudian nanti kita akan teruskan, sehingga kita berharap dari segi SDM, kami dari Kementerian Ketenagakerjaan bisa support,â kata Yassierli.
âSehingga koperasi itu bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di desa dan kelurahan, dan itu bagian menjadi salah satu solusi ketenagakerjaan kita ke depan,â ujar dia menambahkan.
Sementara itu, peluncuran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang semula dijadwalkan pada 19 Juli 2025, diundur menjadi 21 Juli 2025 untuk memastikan partisipasi penuh dari berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 81 ribu Kopdes/Kel Merah Putih sudah terbentuk, dengan 77 ribu di antaranya telah memiliki badan hukum koperasi.
Selain persiapan peluncuran, pemerintah juga sedang melakukan penyempurnaan regulasi agar tidak ada hambatan dalam operasional Kopdes setelah diluncurkan.
Adapun saat ini, sebanyak 103 Kopdes percontohan telah beroperasi dan tersebar di 38 provinsi serta 103 kabupaten.
- kopdes merah putih
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kawal Penanganan Bencana Longsor Cisarua
-
KPK Dalami Peran Kerabat Sugiri Sancoko untuk Terima Uang Suap
-
Gubernur Pramono Anung Berencana Hadir di Acara Reuni 212.
-
Polisi Sebut 32 Korban Ledakan di SMAN 72 Masih Jalani Perawatan
-
Sebulan Terakhir, Jembatan Mahakam Ulu Kaltim Ditabrak Tongkang Batubara 2 Kali
-
Raker Menkop dengan Komisi VI DPR
-
Wamendagri Bima Arya Tinjau Lokasi Pembangunan Kopdeskel Merah Putih di Sumedang, Siap Dorong Ekonomi Desa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.