Florian Wellbrock Juara Dunia Renang 10 km Usai Lomba Tertunda karena Kualitas Air

Kamis, 17 Jul 2025, 06:52 WIB

SINGAPURA – Perenang asal Jerman, Florian Wellbrock, keluar sebagai juara dunia nomor 10 kilometer putra di ajang Kejuaraan Dunia Akuatik di Singapura, Rabu (16/7), setelah perlombaan sempat ditunda beberapa jam akibat buruknya kualitas air.

Berlomba di perairan Sentosa Island, Wellbrock finis pertama dengan catatan waktu 1 jam 59 menit 55,50 detik. Ini menjadi gelar dunia ketiganya di nomor perairan terbuka, menambah koleksi prestasinya setelah meraih emas Olimpiade Tokyo 2021.

Ket. Foto: Perenang asal Jerman, Florian Wellbrock, keluar sebagai juara dunia nomor 10 kilometer putra di ajang Kejuaraan Dunia Akuatik di Singapura, Rabu (16/7), — Sumber: AFP

Medali perak diraih perenang Italia Gregorio Paltrinieri yang finis 3,70 detik di belakang Wellbrock, sementara perenang Australia Kyle Lee melengkapi podium di posisi ketiga.

Lomba semula dijadwalkan berlangsung pagi hari namun ditunda oleh badan penyelenggara, World Aquatics, karena hasil pengujian air menunjukkan kualitasnya “melewati ambang batas yang dapat diterima”.

Penundaan serupa juga terjadi pada nomor 10km putri yang seharusnya digelar Selasa lalu.

Dalam pernyataan resmi, World Aquatics menjelaskan bahwa lomba baru dapat digelar setelah hasil uji ulang pada Rabu pagi menunjukkan “peningkatan signifikan” dalam kualitas air. Lomba putri pun dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 waktu setempat (08.00 GMT).

“Pemantauan dan pengujian kualitas air terus dilakukan secara berkala selama periode kompetisi untuk menjamin keselamatan atlet. Kesehatan dan keselamatan seluruh peserta tetap menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan,” tulis World Aquatics.

Menurut badan tersebut, tingkat bakteri E. coli yang semula menjadi sorotan kini telah berada dalam rentang “baik” hingga “sangat baik”, sesuai dengan standar World Aquatics dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kekhawatiran terhadap kualitas air dalam olahraga perairan terbuka memang bukan hal baru. Tahun lalu, Sungai Seine di Paris yang menjadi lokasi uji coba Olimpiade 2024 juga menghadapi masalah serupa. Dari 11 hari agenda lomba dan latihan, hanya lima hari yang dinyatakan aman karena terus-menerus terganggu pencemaran.

Padahal, pemerintah Prancis telah mengucurkan dana sebesar 1,4 miliar euro (sekitar 25 triliun rupiah) untuk meningkatkan sistem pengolahan limbah dan saluran air demi memperbaiki kualitas sungai tersebut.

Keberhasilan Wellbrock kali ini tak hanya menunjukkan ketangguhan fisiknya, tapi juga menjadi bukti kesigapan penyelenggara dalam mengelola tantangan eksternal demi menjamin kelangsungan dan keselamatan perlombaan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.