MenPPPA: Gadget dan Medsos Bisa Memicu Kekerasan Anak
Rabu, 16 Jul 2025, 18:20 WIBJAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan keprihatinannya atas semakin maraknya kekerasan terhadap anak. Berdasarkan kasus-kasus yang ditangani, gadget dan media sosial disebut sebagai salah satu faktor utama penyebab kekerasan di kalangan anak-anak.
Salah satu contohnya, lanjutnya, adalah anak-anak usia 14â16 tahun menonton konten asusila bersama teman-temannya, lalu mencoba mempraktikkan.
âLagi masa puber rasa ingin tahunya tinggi, rasa coba-cobanya tinggi, begitu selesai nonton, dia praktekkan gitu,â kata Arifah dalam konferensi pers Hari Anak Nasional 2025 di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Rabu (16/7).
Dari hal tersebut, bisa menimbulkan terjadinya kekerasan seksual. Tidak hanya itu, kasus bullying pun ditemukan memiliki keterkaitan dengan pengaruh konten digital.
Arifah bercerita menemukan salah satu kasus yang menggemparkan terjadi di sebuah sekolah dasar. Ia bertemu dengan seorang siswa 5 SD yang mendorong adik kelasnya (kelas 3) ke tembok hingga korban meninggal dunia.
Setelah diselidiki, pelaku mengaku terinspirasi dari aksi kekerasan yang dilihat melalui gadget. "Jadi Bu Menteri, waktu itu saya minta uang ke si adik kelas, tapi enggak dikasih," kata Arifah menceritakan cerita dari pelaku tersebut.
"Nah si adik kelas ini lagi makan di lorong antar kelas itu, lagi duduk jongkok gitu, lagi menikmati makan siangnya yang dibawa dari rumah. Karena enggak dikasih, kepala si adik kelasnya itu diambil, posisi dia berdiri, kemudian dibenturkan ke tembok," ucap dia.
"Nampaknya ini enggak sekali, karena si anak ini sempat dibawa ke rumah sakit, tapi tidak tertolong. Kemudian saya tanya, emang kamu belajar dari mana?, ternyata apa tuh smackdown-nya (olahraga kekerasan)?," kata dia lebih lanjut.
Selain itu, Kementerian PPPA juga menyoroti dampak kesehatan dari penggunaan gadget yang berlebihan. Dalam kunjungannya ke puskesmas, Arifah menemukan dua dampak Utama dari gadget.
Diantaranya, banyak anak-anak yang mengalami gangguang penglihatan. Selain itu, banyak ditemukan balita yang mengalami kelambatan berbicara.
"Ibu-ibu muda saat ini gak mau repot, anak gak mau makan dikasihnya gadget, anak biar gak nangis dikasihnya gadget, sehingga tidak ada komunikasi antara si anak dengan ibu," kata dia. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen, Gubernur Pramono Ajak Kadin Percepat Pembangunan Kota
-
MBG Menurunkan Stunting dan Angka Kemiskinan di Jakarta
-
Harga Minyak Pekan Depan Diperkirakan Tembus USD112 per Barel
-
Pemerintah Diminta Buat Peta Jalan Penyediaan Mobil Kopdes Merah Putih
-
Realme C100 Segera Masuk Indonesia, Bidik Anak Muda
-
Kemenhub Berangkatkan 10 Bus Mudik Gratis Tujuan Jawa dan Sumatera
-
Kemenekraf dan Kemenbud Tandatangani MoU Perkuat Sinergi Pemajuan Kebudayaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.