Investor Harap-harap Cemas Kebijakan Tarif Trump, Berikut Proyeksi Rupiah Tengah Pekan Ini
Rabu, 16 Jul 2025, 09:24 WIBJAKARTA - Rupiah diperkirakan masih tertekan dalam perdagangan tengah pekan ini. Sentimen pelemahan ruÂpiah diprediksi berasal dari eksternal, tertutama kekhawaÂtiran investor terhadap kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).Â
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang anÂtarbank, Rabu (17/7), bergerak melanjutkan pelemahan di kisaran 16.260 - 16.300 per dollar AS,â ujarnya.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdaÂgangan, Selasa (15/7), di Jakarta melemah sebesar 17 poin atau 0,10 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.267 ruÂpiah per dollar AS.
Ibrahim menilai pelemahan kurs rupiah dipengaruhi ancaman Presiden AS, Donald Trump akan mengenakan tarif sekunder sebesar 100 persen terhadap Rusia.
âTrump mengancam akan mengenakan tarif sekunder sebesar 100 persen terhadap Rusia, jika Presiden Vladimir Putin tidak mencapai kesepakatan dalam 50 hari untuk mengakhiri perang di Ukraina,â kata Ibrahim dalam keteÂrangan tertulis di Jakarta.
Mengutip Sputnik, Senator AS Lindsey Graham dan Richard Blumenthal mengajukan rancangan undang-unÂdang (RUU) bipartisan yang bertujuan menjatuhkan sanksi primer dan sekunder terhadap Rusia jika Moskow gagal terlibat dalam negosiasi âiktikad baikâ atas perdamaian di Ukraina pada April 2025.
Sanksi itu akan mencakup tarif 500 persen atas barang impor dari negara-negara yang membeli minyak, gas, uraÂnium, dan produk-produk Rusia lainnya.
Pekan lalu, Trump kembali menyuarakan ketertarikÂannya terhadap RUU sanksi yang diusulkan Graham, meÂnyatakan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan unÂdang-undang tersebut âdengan sangat matangâ.
Namun, ia menekankan keputusan untuk melanjutkan UU tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden. SaÂlah seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa presiden bersedia menandatangani RUU tersebut, asalkan ia memeÂgang kendali penuh atas implementasi sanksi.
âMeskipun ancaman tarif baru-baru ini tidak berdampak besar pada pergerakan pasar secara keseluruhan, para peÂdagang mempertimbangkan apakah AS benar-benar akan mengenakan tarif tinggi pada negara-negara yang terus berÂdagang dengan Rusia,â kata Ibrahim.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
DLH Mimika Alokasikan Rp18 Miliar untuk Gaji Petugas Kebersihan, Total 182 Orang
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
-
BPBD DKI Minta Warga Waspada Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Konser di ICE BSD, aespa Akui Waktu di Jakarta Selalu Terburu-Buru
-
Rutin Bersih-bersih Lingkungan untuk Mendukung Gerakan Indonesia ASRI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.