Healy, Pembalap Irlandia Pertama Pimpin Tour de France

Rabu, 16 Jul 2025, 06:53 WIB

MASSIF CENTRAL, PRANCIS - Ben Healy menorehkan tonggak bersejarah dalam dunia balap sepeda setelah menjadi pembalap Irlandia pertama sejak Stephen Roche pada tahun 1987 yang mengenakan maillot jaune, kaus kuning sebagai pemimpin klasemen Tour de France. Dalam etape kesepuluh yang digelar Senin (14/7) waktu setempat di kawasan pegunungan Massif Central, Healy menunjukkan kegigihan luar biasa dengan serangan tajam melintasi delapan tanjakan berat.

Healy (24), yang membela tim EF Education-EasyPost, tampil tanpa kompromi dalam kelompok pelarian. Meski tidak memenangi etape, yang direbut Simon Yates, Healy tampil sebagai bintang sesungguhnya. Dia finis di posisi ketiga dan cukup mengantongi waktu untuk merebut posisi puncak klasemen dari Tadej Pogacar, unggul 29 detik atas juara bertahan asal Slovenia itu.

Ket. Foto: Pembalap Irlandia EasyPost, Ben Healy (kiri), pada etape ke-10 Tour de France edisi ke-112, sepanjang 165,3 km antara Ennezat dan Le Mont-Dore Puy de Sancy, di Prancis tengah, Senin (14/7) waktu setempat. — Sumber: Marco BERTORELLO / AFP

“Etape ini benar-benar berat, tapi saya sudah menargetkan momennya. Kaus kuning bukan hanya untuk saya, tapi seluruh tim,” ujar Healy, yang juga mengenakan maillot blanc (kaus putih) sebagai pembalap muda terbaik. Healy menjadi pembalap Irlandia keempat sepanjang sejarah yang memimpin Tour.

Sebelumnya, ada Shay Elliott (1963), Sean Kelly (1983), dan Roche (1987). Namun, capaian ini terasa istimewa karena dilakukan di salah satu medan paling keras dalam balapan.

Etape hari itu juga menjadi panggung emosional bagi tuan rumah. Dalam perayaan Bastille Day, Lenny Martinez menyabet kaus polkadot sebagai Raja Tanjakan dengan 27 poin. Capaian itu menghidupkan kembali memori kakeknya, Mariano Martinez, yang juga pernah menjadi Raja Tanjakan pada tahun 1978.

Balapan dimulai dari Ennezat dengan 164 pembalap tersisa. Sejak kilometer awal, terjadi hujan serangan dari kelompok pelarian. Setelah rombongan terpecah, Healy dan Yates berada di barisan depan bersama tiga pembalap lain. Yates akhirnya unggul di tanjakan terakhir dan merebut kemenangan etape. Sedangkan Healy justru mencuri perhatian dengan performa eksplosif yang membuatnya dianugerahi penghargaan pembalap paling agresif hari itu.

“Topi saya angkat untuk Ben. Dialah yang memecah kelompok dan membuat kami semua kesulitan,” ujar Yates memuji lawannya itu. Remco Evenepoel (Belgia) bertahan di posisi ketiga klasemen dengan selisih 1 menit 29 detik. Jonas Vingegaard (Denmark), juara dua edisi terakhir, masih membayangi di urutan keempat, terpaut 1 menit 46 detik. Matteo Jorgenson (AS) dan Kevin Vauquelin (Prancis) mengisi posisi kelima dan keenam.

Selasa menjadi hari istirahat yang sangat dinanti, setelah intensitas balapan di pegunungan menyedot energi banyak pembalap. Etape ke-11 yang akan digelar hari Rabu diprediksi berpola datar, dengan para sprinter kembali bersaing memperebutkan kemenangan di kota Toulouse. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.