DPPPA Kutim: Kemampuan Kelola Emosi Jadi Fondasi Penting Kesehatan Mental.

Sabtu, 08 Agu 2026, 04:27 WIB

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur mencetak keluarga harmonis lewat seni mengelola emosi, guna memberikan rasa aman dan nyaman agar anak tumbuh dalam keluarga lebih bahagia, percaya diri, dan menjalin hubungan sosial secara baik.

"Kemampuan mengelola emosi merupakan fondasi penting dalam membangun kesehatan mental, menentukan sikap, mengambil keputusan, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim Idham Cholid di Sangatta, Jumat.

Ket. Foto: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim Idham Cholid . — Sumber: Antara Foto

Untuk itu, pihaknya sering menggelar kegiatan tentang teknik mengelola emosi bagi keluarga rentan, salah satunya bimbingan teknis "Seni Mengelola Emosi dalam Kesehatan Mental bagi Perempuan Kepala Keluarga (Pekka)", Kamis (6/8).

Dalam bimbingan ini, 55 peserta dari komunitas Pekka yang berasal dari berbagai kecamatan mengikuti pelatihan, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Hal ini penting karena jumlah kepala keluarga (KK) perempuan sekitar 21.000 orang sekitar 14–15 persen dari total KK di Kutim yang 149.804 KK per Mei 2026.

Menurutnya, pengelolaan emosi yang sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga karena keluarga menjadi tempat pertama dalam membentuk karakter, menciptakan hubungan yang harmonis, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Suasana keluarga yang harmonis akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak, karena anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sehat secara emosional memiliki peluang lebih besar untuk berkembang maupun berprestasi di sekolah.

"Keterampilan mengendalikan emosi tidak hanya penting dalam kehidupan rumah tangga, tapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi. Perempuan yang memiliki usaha maupun bisnis pun membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik agar mampu membangun hubungan positif dengan pelanggan," katanya.

Kualitas suatu produk, katanya, tidak akan maksimal jika tidak diimbangi dengan cara penyampaian yang baik, sedangkan pengendalian emosi yang baik akan membantu seseorang membangun kepercayaan serta membuka peluang usaha lebih luas.

  • mengelola emosi

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.